Bupati Kubu Raya saat meninjau ibu hamil melaukan pemeriksaan dengan USG yang disiapkan Pemkab Kubu Raya dengan gratis. Foto: Ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Setelah menggratiskan pemeriksaan di Puskesmas dan rumah sakit, Pemkab Kubu Raya kembali menggratiskan bagi ibu-ibu hamil untuk melakukan USG.

Alat Ultrasonografi (USG) nya telah ada di 20 Puskesmas yang tersebar di sembilan kecamatan. USG adalah alat untuk mendeteksi kondisi bayi semasa dalam kandungan.

“Jadi, setiap ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan kehamilannya dengan USG. Pemeriksaan dengan USG ini gratis tidak dipungut biaya sesen pun,” tegas Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan.

Muda katakan kebijakan ini bentuk potret keseriusan Kubu Raya mengejar standar pelayanan minimal atau SPM dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Sebab ini sangat penting demi perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk SDM berkualitas,” ucapnya.

Adanya USG gratis ini tambah Muda juga untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, yang dalam kurun lima tahun terakhir mengalami peningkatan. Maka sejumlah langkah cepat pun diambil.

Ia pun meninjau salah satu polindes di Kecamatan Rasau Jaya usai Musrenbang, Rabu (5/2) lalu. Terlihat antusias para ibu hamil memeriksakan kehamilannya dengan USG.

“Alat ini jauh lebih akurat dalam pemeriksaan. Kondisi kesehatan calon bayi dapat dideteksi. Mulai panjang, berat, usia kehamilan hingga prediksi tanggal kelahiran. Bahkan detak jantung pun bisa jelas termasuk posisi tubuh calon bayi,” jelas Muda.

Dengan begitu, indikasi stunting dan risiko-risiko lainnya termasuk kematian ibu dan bayi dapat ditekan.

“Langkah menyediakan layanan USG ini dijalankan bersamaan dengan program Salju (Selasa-Jumat) Terpadu, yakni program inovasi layanan kesehatan dengan cara proaktif jemput bola, di mana petugas-petugas puskesmas yang menyerang langsung ke sasaran ibu hamil, balita, dan pelayanan kesehatan penyakit menular dan tidak menular,” terangnya.

Menurut Muda, problem kesehatan masyarakat harus diatasi dengan melibatkan semua pihak. “Sebab semua problem berawal dari persoalan SDM dan itu dimulai dari anak dalam kandungan,” pungkasnya.(rob)