Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melirik Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat untuk pengembangan udang vaname. Itu disampaikan disela mengunjungi penangkaran ikan hias arwana di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (9/1) sore. Foto: Ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melirik Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat untuk pengembangan udang vaname.

“Karena vaname itu mengisi semua ruang yang ada di air. Jika udang windu dalam satu meter persegi benihnya enam puluh, maka vaname bisa diisi sampai empat ratus ekor. Satu hektare vaname setahun bisa 50-150 ton sekali panen. Dan kami berharap Kubu Raya sebagai kabupaten yang luasnya luar biasa dapat memanfaatkan potensi ini,” ucapnya.

Hal itu disampaikan Edhy disela mengunjungi penangkaran ikan hias arwana Pokdakan Dian Ardyka di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (9/1) sore.

Udang Vaname adalah udang yang tinggal di kawasan subtropis. Bukan udang asli Indonesia. Jenis udang ini berasal dari Pantai Pasifik Barat Amerika Latin.

Baru diperkenalkan di Indonesia secara komersil pada 2001 silam. Edhy menyebut udang vaname sangat potensial dibudidayakan khususnya di Kubu Raya.

Sebab udang ini punya produktivitas tinggi. Sangat cepat secara kuantitas dan tidak kalah dalam kualitas dengan udang lokal seperti windu dan rawa.

Sebagai udang ekspor, vaname punya propek bagus jika dibudidayakan. Banyak kelebihan yang dimiliki udang ini.

Daging yang empuk dan enak dengan proses budi daya yang relatif cepat. Dengan demikian keuntungan juga semakin cepat didapat begitu pula perputaran modal.

“Maka kami sengaja membawa eselon I untuk sekaligus mendalami potensi-potensi yang ada. Ke depan Kalimantan Barat menjadi salah satu target Kementerian untuk pengembangan sentra perikanan budi daya,” pungkasya.(rob)