7 Kecamatan di Sekadau Rawan Banjir

Kepala BPBD Sekadau Matius Jon memaparkan kesiap siagaan BPBD Sekadau menghadapi rawan batingsor (banjir, puting beliung dan longsor),. Foto: Gunawan

Sekadau, BerkatnewsTV. BPBD Sekadau telah memetakan tujuh (7) kecamatan di Kabupaten Sekadau berpotensi rawan dengan bencana banjir.

Ketujuh kecamatan itu yakni Kecamatan Sekadau Hilir, Kecamatan Sekadau Hulu, Kecamatan Nanga Taman, Kecamatan Nanga Mahap, Kecamatan Belitang, Kecamatan Belitang Hilir dan Kecamatan Belitang Hulu.

Potensi rawan bencana itu terungkap saat Kepala BPBD Sekadau Matius Jon memaparkan kesiap siagaan BPBD Sekadau menghadapi rawan batingsor (banjir, puting beliung dan longsor), Rabu (8/1).

Ia sebutkan di Kecamatan Sekadau Hilir terdiri dari Desa Tanjung, Seberang Kapuas, Merapi, Mungguk, Sungai Ringin, Sungai Kunyit, Peniti.

Kecamatan Sekadau Hulu terdiri dari, Desa Rawak hilir, Rawak Hulu, Sekonau, Perongkan, Nanga Mentrap, Tintin Boyok, Boti, Sei Sambang dan Mondi.

Kecamatan Nanga Taman terdiri dari, Desa Nanga Taman, Nanga Mentuka, Sei Lawak, Nanga Mongkoh, Nanga Koman, Nanga Kiungkang, Tapang Tengang, Senangak, Nanga Engkulun, Meragun, Pantok dan Lubuk Tajau.

Kecamatan Nanga Mahap terdiri dari, Desa Nanga Mahap, Batu Pahat, Lembah Beringin, Teluk Kebau, Landau Apin, Temabaga, Cenayan, Landau Kumpau, Nanga Suri, Sebabas, dan Karang Betung.

Kecamatan Belitang Hilir terdiri dari Desa Cenayan Satu, Cenayan dua, Tapang Pulau.

Kecamatan belitang terdiri dari, Desa Belitang Satu dan Belitang Dua. Kecamatan belitang hulu terdiri dari, Desa Balai Sepuak, Kumpang Ilong, Ijuk dan Batu Mulau.

Menurut Matius Jon penyebab terjadinya bencana tersebut antara lain kurangnya pemahaman terhadap karakteristik bencana.

“Sikap atau perilaku yang mengakibatkan penurunan kualitas SDA, kurangnya informasi dan peringatan dini serta ketidak berdayaan atau ketidak mampuan menghadapi ancaman bahaya bencana,” jelasnya.

Langkah-langkah diambil pihaknya yakni pengkajian secara cepat dan tepat tentang lokasi kerusakan dan sumber daya, penetapan status darurat bencana, penyelamatan dan efakuasi masyarakat yang terkena bencana, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan terhadap kelompok rentan serta pemulihan dengan segera sapras vital.(gun)

Tulis Komentar