Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan bersama para drum band usai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91. Foto: Ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengingatkan kepada para pemuda jangan sampai menjadi pemuda-pemudi yang cengeng. Jangan sampai jadi pemuda-pemudi yang hanya suka curhat, mellow sana – mellow sini.

“Tapi, jadilah pemuda yang tegar, berkarakter, bermartabat, visioner menembus zaman, mampu melihat tantangan, dan mampu menjalani lika-liku perjuangan,” tegasnya disela memimpin apel memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91, Senin (28/10).

Ia mengingatkan ketika saat ini kaum terdidik sudah lebih banyak daripada yang tidak terdidik, berarti seharusnya sudah lebih jauh lompatannya. Memajukan diri dan daerah.

“Jangan pernah kendor dan hanya meratapi nasib. Kita harus membangkitkan semangat generasi muda. Sekarang era digital yang semua tantangan luar biasa ada di hadapan. Termasuk tantangan kaum tidak terdidik yang masih ada di kampung-kampung,” tuturnya.

Maka menurut Muda, peringatan Sumpah Pemuda jangan menjadi sekadar formalitas. Namun harus menjadi momen refleksi. Sejauh mana kontribusi segenap anak bangsa terhadap negara.

Kabupaten Kubu Raya pun, ujar dia, juga eksis demi Republik Indonesia. Termasuk demi seluruh generasi di Kubu Raya yang tersebar di 9 kecamatan, 123 desa, dan 166 ribu keluarga.

Ia sebutkan sejak Kubu Raya terbentuk 12 tahun silam, slogan Dari Kubu Raya untuk Indonesia terus digaungkan. Hal itu dimaksudkan untuk mengobarkan semangat masyarakat dari berbagai kalangan.

“Semuanya harus mampu kita kuatkan agar semua rumah tangga di Kubu Raya ini mampu hidup bermartabat dan bahagia. Itulah visi yang kita tanamkan saat ini,” tegasnya.

Untuk itu, Muda mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk birokrasi untuk bersemangat dalam kinerja. Sebab tantangan ke depan lebih besar. Semua elemen daerah harus berupaya membuat Kubu Raya mengukir sejarah. Alih-alih hanya menjadi pengekor sejarah.

“Berpikir, berimajinasi, bergerak, dan berjuang menjadi pengukir sejarah. Tak sekadar pengekor sejarah. Karena itu kaum muda milenial kencangkan pikiran. Era ini meski tantangan berat kita jangan cengeng. Fokus pada pikiran-pikiran besar dan perkuat talenta serta keterampilan,” ajaknya.(rob)