Kubu Raya, BerkatnewsTV. Anggaran sebesar Rp336 Juta menjadi misteri. Bantuan Operasional Kesehatan bernilai ratusan juta ini diperuntukan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan tidak terserap lama, sedangkan batas penyerapan anggaran ini menyisakan waktu dua bulan.
Tentu saja, temuan ini membuat Bupati Kubu Raya Sujiwo murka terhadap Kepala Puskesmas Serdam.
“Saya sudah mendapatkan laporan terkait layanan Puskesmas di Sungai Raya Dalam ini,” tegasnya saat inspeksi mendadak di Puskesmas Serdam pada Rabu (14/10/2026).
PMT digunakan untuk ibu hamil, balita dalam upaya menekan angka stunting. Sujiwo menyatakan jika PMT tidak terserap sepenuhnya, maka hak masyarakat terabaikan.
Baca Juga:
- Anggaran Kesehatan Rp35 Miliar. 0,1 Persen Penduduk Gratis Berobat
- Serapan Anggaran Capai 66 Persen, Kubu Raya Dapat Dana Insentif Rp 6,3 Miliar
“Jangan sampai pak kapusnya tidak memiliki inisiatif langkah-langkah konkret menyebabkan ini mengendap, kita susah lho nyari anggaran,” timpalnya.
Persoalan ini pun mencuat gegara antara Kapus dan pengelola program tidak membangun komunikasi yang menyebabkan program stagnan.
“Anggaran ini misalnya tahun lalu menjadi temuan Inspektorat. Jika temuan itu A maka A ini jangan dilakukan, bukan berarti ada temuan dari Inspektorat program ini terhenti,” terangnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Wan Iwansyah menyayangkan program PMT lokal ini mandek. Apalagi, penyaluran penambahan gizi ini waktunya sudah lewat sedangkan ketentuannya ibu hamil harus diberikan selama empat bulan, sedangkan balita dua bulan.
“Secara keseluruhan penyerapan di Kubu Raya ini sekitar 80 persen. Hanya saja di Puskesmas Serdam ini baru belum terserap yaitu nol persen,” pungkasnya.(dian)













