Kubu Raya, BerkatnewsTV. Dinas Kesehatan Kubu Raya mencatat prevalensi stunting memang terjadi kenaikan. Sejak tahun 2024 angka ini terus bergerak secara dinamis.
Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya Wan Iwansyah, menyebut penyebabnya juga bermacam-macam mulai penurunan gizi diantara Hari Pertama Kehidupan anak hingga umur dua tahun.
“Kalau di tahun ini belum dilakukan survei di tahun 2024 – 2025 sebesar 30,2 persen,” ucapnya usai menghadiri Bimtek Tata Kelola BLUD Kesehatan, Jumat (9/10/2026) Sungai Raya.
Baca Juga:
Walaupun kenaikan yang terjadi signifikan Iwansyah masih berpegang teguh kepada program-program Kesehatan masyarakat.
“Kita tidak putus harapan terus berupaya menurunkan angka stunting itu. Dan kita punya program ya, yaitu Pemberian Makanan Tambahan lokal atau PMT di Puskesmas mulai dikonsumsi bumil, dan bayi yang tidak naik-naik timbangannya,” terangnya.
Asupan makanan bergizi ini tambah dia memberikan perubahan yang positif baik kepada ibu hamil dan bayi itu sendiri.
“Kita lihat datanya itu, ada peningkatan status gizi dan berpengaruh terhadap upaya kita menurunkan stunting,” harapnya. (dian)













