loading=

Stunting Kubu Raya 24 Persen Diatas Target Nasional

Stunting Kubu Raya 24 Persen Diatas Target Nasional
Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto membuka diseminasi hasil analisa situasi (Ansit) remaja Genre Kubu Raya, Rabu (7/10/2026) mendorong untuk menurunkan stunting Kubu Raya. Foto: dian

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Prevalensi stunting Kubu Raya tercatat masih tinggi yakni 24 persen, diatas target prevelensi nasional 18,8 persen.

Padahal, Pemkab Kubu Raya selama ini telah melakukan berbagai upaya. Lantas dimana letak kegagalannya.

Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto dorong kaum muda atau Genre berkontribusi terhadap penurunan angka stunting di sembilan kecamatan yang ada.

Menurut Sukiryanto penurunan stunting dapat berbentuk tim, yang dapat memberikan edukasi kesehatan terhadap calon pengantin baru. Begitu juga pola makan pada saat ibu mengandung dan ibu menyusui.

“Angka stunting kita masih cukup tinggi, sekitar 24 persen. Ini menjadi tugas kita bersama. Apalagi dengan luas wilayah Kabupaten Kubu Raya, tantangannya tentu berbeda dengan Kota Pontianak yang wilayahnya jauh lebih kecil,” ucapnya usai membuka diseminasi hasil analisa situasi (Ansit) remaja Genre Kubu Raya, Rabu (7/10/2026).

Jauh kedepan Sukiryanto menyatakan tantangan semakin berat karena masyarakat tersebar di berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan seperti Batu Ampar, Terentang, Kubu, dan kawasan lainnya.

Baca Juga:

Kondisi geografis seperti ini menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan dan intervensi kepada masyarakat.

“Melalui pelatihan-pelatihan seperti ini, saya yakin akan memberikan bekal dan gambaran yang lebih jelas kepada para petugas. Ketika turun ke masyarakat, mereka sudah memiliki pemahaman dan kemampuan yang lebih baik dalam melakukan upaya pencegahan dan penanganan stunting,” terangnya.

Sementara, Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kubu Raya, Dyah Tut Wuri Handayani menyebut peningkatan kapasitas terhadap kader-kader khususnya remaja memang tengah di jalankan programnya.

Dyah menyebut empat desa telah ditetapkan menjadi role model dalam peran remaja mengatasi stunting ini.

“Dimulai dari remaja putri yang sehat. Tidak menderita kurang energi kronis artinya tidak kurang 23 setengah CM lingkar lengan atas. Jadi penilaian ini menjadi salahsatunya,” ungkapnya.

Di empat desa ini kata Dyah memiliki kader-kader yang mumpuni, mereka dapat analisis serta memberikan gambaran kepada pihak-pihak yang terkait.

“Bahkan dapat dilakukan tanya jawab dengan pihak terkait. Jadi harapan kita kader inilah yang dapat memberikan pesan penting ke masyarakat,” timpalnya. (dian)