Pontianak, BerkatnewsTV. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, berharap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) Kalimantan Barat dapat memperkuat kerukunan dan toleransi umat beragama di Kalbar.
Menurut Krisantus, PGIW Kalbar merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kerukunan umat beragama, nilai-nilai kebangsaan, serta pembinaan generasi muda.
“Kalimantan Barat adalah miniatur Indonesia. Keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan kekuatan kita. Peran PGIW sangat penting dalam menjaga kerukunan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, dan mendukung pembangunan, khususnya dalam pembinaan generasi muda,” tambahnya saat menerima audiensi Panitia Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGIW Kalbar yang dipimpin Pdt. Dr. Paulus Ajong, Kamis (1/10/2026).
Krisantus berharap komunikasi dan koordinasi antara Pemprov Kalbar dan PGIW Kalbar terus diperkuat, sehingga berbagai kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga:
- Mgr Samuel Jabat Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak. Gereja Hadapi Berbagai Tantangan
- Tantangan Gereja Hadapi Teknologi AI
“Pemerintah siap berkolaborasi. Dan Sidang MPL PGIW Kalbar hendaknya dapat menghasilkan pemikiran dan program yang konstruktif, tidak hanya bagi kehidupan bergereja, tetapi juga mendukung upaya bersama dalam membangun Kalimantan Barat yang rukun, damai, dan sejahtera,’ ucapnya.
Sementara itu Ketua PGIW Kalbar, Pdt. Dr. Paulus Ajong mengatakan pentingnya sinergi antara PGIW Kalbar dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendukung program pembangunan dan penguatan kerukunan di daerah.
Sejumlah agenda turut disampaikan, di antaranya Sidang MPL PGIW Kalbar yang akan digelar di Kota Pontianak, Pelatihan Oikumene Kebangsaan (POK) Pemuda tingkat nasional yang akan diikuti pemuda dan mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia, serta persiapan Natal Oikumene Kalimantan Barat Tahun 2026.
“Sidang MPL PGIW Kalimantan Barat direncanakan dilaksanakan pada 12–13 November 2026 di Pontianak,” ungkapnya.(tmB)













