Sambas, BerkatnewsTV. Menyusul gelombang protes terkait kontroversi penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026, SMAN 1 Sambas akhirnya merilis pernyataan sikap resmi.
Melalui akun Instagram resminya @smansa_sambas, sekolah yang dalam perlombaan tersebut berada di Regu B ini menyatakan secara tegas menolak keputusan Sekretariat Jenderal MPR RI yang menginstruksikan adanya pertandingan ulang.
Penolakan terhadap pertandingan ulang tersebut tertera dalam pernyataan sikap pada poin 6. Adapun poin-poin pernyataan sikap tersebut, yaitu:
- Menghormati setiap keputusan resmi yang telah ditetapkan sebagai bagian dari mekanisme penyelenggaraan lomba.
- Meyakini bahwa peserta LCC 4 Pilar dari SMAN 1 Sambas telah berkompetisi sesuai tata tertib yang telah ditetapkan panitia dan disepakati seluruh peserta lomba.
- Mengapresiasi usaha MPR RI sebagai penyelenggara untuk mengatasi polemik yang muncul pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026. Namun, menyayangkan abainya penyelenggara dalam meluruskan informasi terkait polemik ini sehingga SMAN 1 Sambas terus-menerus terpojok.
- Mengecam munculnya berbagai bentuk opini, narasi, tuduhan maupun tindakan di media sosial yang menyerang sekolah, dewan guru beserta staf TU, murid dan bahkan sampai ke alumni. Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana.
- Membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, tindak nepotisme, dan prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada SMAN 1 Sambas.
- SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
- Kami mendesak pihak penyelenggara untuk memulihkan kembali nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terkait kondisi psikis murid SEBELUM kami mewakili KALBAR pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026 di tingkat Nasional.
- Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri, menghormati proses yang sedang berlangsung, dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana, objektif, serta berkeadilan.
Baca Juga:
- SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Pertandingan Ulang
- MPR Putuskan LCC 4 Pilar Kalbar Diulang, Juri Diganti dan Diawasi Pimpinan MPR
Pernyataan yang diunggah pada Jumat (15/5) tersebut mendapat banyak atensi dari netizen. Kolom komentar juga dipenuhi dengan pendapat mengenai isi dari pernyataan sikap yang disampaikan oleh pihak SMAN 1 Pontianak.
Dengan adanya penolakan resmi dari dua sekolah utama yang terlibat dalam insiden tersebut, setelah sebelumnya SMAN 1 Pontianak juga mengeluarkan sikap serupa, keputusan panitia pusat MPR RI untuk menggelar tanding ulang kini menemui jalan buntu.
Hingga saat ini, masyarakat dan pengamat pendidikan di Kalimantan Barat masih menunggu bagaimana respons lanjutan dari pihak Sekretariat Jenderal MPR RI untuk menyelesaikan polemik yang telah mencederai sportivitas kompetisi akademik ini.













