Pontianak, BerkatnewsTV. Di tengah terjadinya pengurangan kuota jemaah haji Kalbar tahun 2026, kabar gembira dirasakan Syauqi Irfan seorang calon jamaah haji asal Kota Singkawang.
Ia akhirnya bisa berangkat ke tanah suci setelah 13 tahun menanti sejak tahun 2013 lalu.
“Saya mendaftar sejak tahun 2013, artinya sudah sekitar 13 tahun menunggu. Ini adalah kesempatan yang sangat kami syukuri,” katanya saat hendak berangkat dari Asrama Haji Pontianak pada Rabu (6/5/2026).
Ia berharap perjalanan ibadahnya bersama rombongan diberikan kelancaran serta keberkahan.
Baca Juga:
- 110 Calon Jemaah Haji Singkawang Menuju Tanah Suci
- Satu Calon Jamaah Haji Pontianak Gagal Berangkat ke Tanah Suci
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Singkawang dan Kalbar. Mudah-mudahan kami dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna, diberi kesehatan, dan kembali ke tanah air dengan selamat. Harapan kami sederhana, semoga kami bisa menjadi haji yang mabrur, itu yang kami cita-citakan sejak lama,” harapnya.
Gubernur Kalbar Ria Norsan, menekankan pentingnya peran petugas haji dalam memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah, khususnya bagi kelompok lanjut usia. Hal ini sejalan dengan tema penyelenggaraan haji tahun ini yang mengedepankan layanan ramah lansia, disabilitas, dan perempuan.
“Petugas haji harus memberikan pelayanan dengan sepenuh hati, penuh kesabaran, dan keikhlasan. Kehadiran petugas sangat menentukan kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah,” tegasnya.
Selain itu, mayoritas jemaah haji Kalbar tahun ini diketahui memilih skema haji tamattu’, yang mengharuskan pelaksanaan dam sesuai ketentuan syariah.
Pelaksanaan dam (denda berupa sembelihan hewan) ini juga dinilai memiliki potensi ekonomi, khususnya dalam mendorong pemberdayaan peternak lokal apabila dilaksanakan di dalam negeri.(tmB)













