loading=

Pemprov Sulsel Gandeng Firmans Grup Bangun Pabrik Kakao, Kelapa, Pala dan Tanam Bawang Putih

Pemprov Sulsel Gandeng Firmans Grup Bangun Pabrik Kakao, Kelapa, Pala dan Tanam Bawang Putih
CEO PT Firmans Grup, Hendra Firmansyah bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman serta tujuh bupati dan perwakilan dari Kabupaten Enrekang, Tanah Toraja, Luwu Utara, Soppeng, Bone, Bantaeng, dan Takalar pada Senin (4/5/2026) membahas pembangunan pabrik kakao, kelapa dan pala serta penanaman bawang putih di Provinsi Sulawesi Selatan. Foto: ist/berkatnewstv

Makassar, BerkatnewsTV. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengundang PT Firmans Grup untuk pembangunan pabrik kakao, kelapa dan pala serta penanaman bawang putih di Provinsi Sulawesi Selatan.

Rencana tersebut menindak lanjuti nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani saat Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XVI pada Kamis (26/3/2026) lalu di Makassar. MoU dilakukan PT Firmans Grup dengan Perseroda Sulsel PT Sulsel Andalan Energi dan Perumda Agri Bisnis Sulsel.

“Pembangunan pabrik kakao, kelapa dan pala serta penanaman bawang putih ini bagian dari proyek hilirisasi pertanian yang dicanangkan Kementerian Pertanian,” kata CEO PT Firmans Grup, Hendra Firmansyah, Rabu (6/5/2026).

Proses pembangunan direncanakan mulai tahun 2026 ini antara lain satu pabrik kakao, 2 pabrik kelapa, 1 pabrik pala dan penanaman tanaman bawang putih diatas lahan seluas 2 ribu hektare.

Pembangunan ini dibahas saat pertemuan pada Senin (4/5/2026) di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel bersama dengan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman serta tujuh bupati dan perwakilan dari Kabupaten Enrekang, Tanah Toraja, Luwu Utara, Soppeng, Bone, Bantaeng, dan Takalar.

Baca Juga:

“Alhamdullilah, Gubernur Sulsel Bapak Andi Sudirman menyambut positif pembangunan ini. Pertemuan ini menjadi awal kolaborasi strategis dalam mendukung program hilirisasi perkebunan di Sulawesi Selatan,” katanya.

Hendra yang merupakan putra daerah asal Kalimantan Barat ini mengatakan Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah potensi di Indonesia salah satunya penghasil coklat terbesar di dunia dan memiliki kualitas terbaik.

Ia sebutkan PT Firman Khatulistiwa Grup akan berinvestasi pembangunan pabrik, teknologi dan pangsa pasar ke Eropa maupun Amerika. Sedangkan Perseroda PT Sulsel Andalan Energi akan transportasi pendukung, sementara Perumda Agri Bisnis Sulsel akan menyiapkan lahan dan bahan baku coklat.

“Pabriknya akan dibangun di Kabupaten Luwu Timur dengan lahan yang akan disiapkan sekitar 5 hektare. Sementara luasan perkebunan coklat yang disiapkan sekitar 20 ribu hektare tersebar di Kawasan Luwu Raya mencakup Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur dan Toraja serta Toraja Utara,” terangnya.

Dari hilirisasi industri coklat ini akan membuka lapangan pekerjaan sekitar 20 ribu orang. Begitu pula dengan industri kelapa, pala dan bawang putih.

“Multipler effectnya adalah ekonomi masyarakat secara perlahan akan meningkat dan memberikan peningkatan bagi PAD (Pendapatan Asli Daerah) maupun IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Sulawesi Selatan,” pungkasnya.(rob)