Sanggau, BerkatnewsTV. Sejak merebaknya virus Corona atau Covid-19, sejumlah Apotek di Kota Sanggau tidak lagi menjual masker. Kekosongan stok tersebut, karena distributor tidak lagi mengirimkan masker sejak Januari lalu.
Kekosongan stok masker, menurut Siska, staf order di Apotek Sehat Sanggau, memang terjadi sejak Januari lalu.
“Sejak Januari lalu kami tidak lagi mendapatkan masker dari Distributor,” ungkap Siska, Selasa (3/3).
Kekosongan stok masker juga terjadi di Apotek Fajar. Ayu Mutiani, asisten Apoteker Apotik Fajar juga mengatakan hal yang sama.
“Di Apotik kami juga kosong. permintaan masker sejak isu Covid – 19 merebak, cukup tinggi. Setiap hari ada saja warga yang datang mencari masker,” bebernya.
Sebelum terjadi kekosongan stok, diungkapkan Ayu, ada warga yang ingin memborong masker dalam jumlah banyak.
“Sebelum terjadi kekosongan stok, apotek kami hanya menjual masker secara eceran dengan harga Rp2 ribu per lembar. Kami masih menunggu suplai dari distributor,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Jones Siagian membenarkan bahwa stok masker di sejumlah Apotik di Kota Sanggau kosong.
Namun, hal itu bukan karena peningkatakan penjualan akibat merebaknya Virus Corona.
“Saya sudah perintahkan staf saya untuk melakukan pengecekan masker di Sanggau. Jadi, stok kosong bukan karena peningkatan penjualan, tapi masker itu digunakan situasional, misalnya waktu kemarau atau kabut asal kemarin. Apotik yang ada itukan stok mereka hanya untuk sehari – hari saja,” ujar Jones.
Jones pun tidak membanrah bahwa ada oknum masyarakat yang mencoba memanfaatkan situasi dengan memborong masker yang dijual di Apotik di Sanggau.
“Kita belum tau ni. Kemungkinan untuk di jual lagi,” pungkasnya.
Kepada masyarakat, Jones mengimbau agar tidak panik dengan kondisi saat ini karena pemakaian masker ini hanya ditujukan untuk orang yang sakit.
“Jadi kalau tidak sakit tidak perlu pakai masker. Kecuali kalau kita berada di tempat keramaian, misalnya seperti Mall atau pasar okelah pakai masker, karena kita kan tidak tahu diantara sekian banyak orang di Mall atau pasar itu siapa yang sakit kan kita tidak tahu,” jelasnya.
Dinas Kesehatan, terang Jones, saat ini memiliki stok masker yang disimpan.
“Stok kita di Dinas ada, itu bentuk kesiapsiagaan kita. Tapi, kalau ada orang minta, apalagi dalam jumlah besar tidak akan kita kasi. Kewajiban kita memberi masker kepada orang yang Suspect, kalau untuk itu kita siap, ribuan juga stok kita,” tuturnya. (pek)













