Kubu Raya, BerkatnewsTV. Ketegangan antara penumpang dan pihak maskapai tak terelakan di Bandara Internasional Supadio akibat sejumlah penerbangan yang mengalami delay bahkan batal.
Kondisi itu disebabkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya.
“Kami sudah berjam-jam nunggu tiba-tiba diinformasikan batal,” kesal Vera salah satu penumpang tujuan Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Kejadian serupa tidak hanya dialami Vera. Begitu pula yang dialami Hendra tujuan Ketapang.
“Mau tidak mau lah terpaksa batal karena kabut asap,” ucapnya.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia meminta calon penumpang yang terdampak untuk tetap tenang dan bersabar. Menurutnya, perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan dalam kondisi jarak pandang terbatas merupakan bagian dari pertimbangan keselamatan penerbangan.
“Kami mengimbau seluruh calon penumpang agar tetap tenang dan bersabar. Keselamatan penumpang dan awak pesawat harus menjadi prioritas utama. Ketika kondisi jarak pandang tidak mendukung, penerbangan tentu harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” kata Rensa.
Imbauan tersebut disampaikan setelah terjadi ketegangan antara sejumlah calon penumpang dan pihak maskapai Lion Group di ruang tunggu lantai 2 Bandara Internasional Supadio, sekitar pukul 18.10 WIB.
Ketegangan dipicu kekecewaan calon penumpang yang penerbangannya mengalami keterlambatan sejak pagi hingga akhirnya dibatalkan. Sebagian penumpang telah menunggu cukup lama sehingga situasi sempat memanas ketika kepastian keberangkatan belum diperoleh.
Kapolres menjelaskan, pembatalan terjadi setelah pesawat yang sedianya digunakan untuk membawa calon penumpang dari Bandara Internasional Supadio tidak dapat mendarat akibat kondisi kabut asap yang menurunkan jarak pandang.
Baca Juga:
- 15 Penerbangan di Bandara Internasional Supadio Delay Akibat Kabut Asap
- Jumlah Penumpang – Barang Jelang Nataru di Supadio Mengalami Kenaikan
“Situasi ini terjadi karena kondisi kabut asap yang berdampak terhadap jarak pandang di sekitar bandara. Dengan kondisi tersebut, operasional penerbangan harus mempertimbangkan faktor keselamatan sebelum pesawat melakukan pendaratan maupun lepas landas,” jelasnya.
Sejumlah penerbangan Lion Group yang mengalami pembatalan antara lain Wings Air IW1340 tujuan Ketapang, Wings Air IW1344 tujuan Ketapang, Wings Air IW1346 tujuan Ketapang, Lion Air JT955 tujuan Batam, Super Air Jet IU701 tujuan Jakarta, Super Air Jet IU341 tujuan Surabaya, Super Air Jet IU661 tujuan Yogyakarta, serta Batik Air ID6227 tujuan Jakarta.
Kondisi tersebut membuat calon penumpang yang berada di ruang tunggu meluapkan kekecewaan. Kesalahpahaman dengan pihak maskapai pun sempat terjadi hingga menimbulkan ketegangan di area terminal.
Penumpang Diminta Sabar
Petugas Polres Kubu Raya yang berada di lokasi kemudian melakukan pengamanan dan berupaya meredam situasi. Calon penumpang diberikan pemahaman agar persoalan dapat diselesaikan secara tenang dan tidak berkembang menjadi konflik.
“Untuk penerbangan yang dibatalkan, proses penyelesaiannya dilakukan melalui pengembalian uang tiket sebesar 100 persen sesuai harga pembelian atau penumpang dapat melakukan perubahan jadwal dan hari keberangkatan,” ujarnya.
Rensa mengatakan, kepolisian memahami kekecewaan para penumpang yang harus menunggu berjam-jam dan kemudian menghadapi pembatalan penerbangan.
Namun, kondisi tersebut harus dilihat dari sisi keselamatan.
“Kami memahami bahwa masyarakat memiliki kepentingan dan tujuan masing-masing. Ada yang hendak bekerja, bertemu keluarga, maupun melanjutkan perjalanan. Tetapi keselamatan penerbangan tidak boleh dipertaruhkan hanya karena mengejar jadwal keberangkatan,” ungkap Rensa.
Kondisi kabut asap memang menjadi persoalan serius bagi aktivitas penerbangan di Kalimantan Barat. Pada periode yang sama, gangguan visibility di sekitar Bandara Supadio juga dilaporkan berdampak pada sejumlah penerbangan.
AirNav Indonesia menyebut pemantauan jarak pandang dan kondisi meteorologi dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung keputusan operasional penerbangan.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak terpancing emosi dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik. Semua pihak tentu menginginkan penerbangan berjalan lancar, tetapi dalam kondisi seperti ini keselamatan harus ditempatkan paling depan,” harapnya.(tmB)













