Kubu Raya, BerkatnewsTV. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menyoroti ketimpangan data antara luas wilayah dan jumlah sambungan air bersih ke pemukiman penduduk Kubu Raya yang diinput oleh BPS.
Lasarus menerima data BPS sebesar 95 persen sedangkan data dari Kementerian PUPR hanya 20,7 persen.
“Misalkan saya ditanya tentu saya pakai data lapangan. Sedangkan data lapangan ini hasil saya konfirmasi dengan Bupati, Kades, Camat dan seterusnya,” tegasnya usai kegiatan groud breaking IPA 2 X 50 LPS Arang Limbung, Sui Raya, Senin (24/8/2026).
Menurutnya fakta menunjukkan data sebenarnya di kementerian yang bersifat teknis. Maka dari itu, Lasarus minta pihak terkait memperbaiki data, karena mempengarungi arah keputusan dan kebijakan yang akan digunakan.
Baca Juga:
- Berantas PETI. Sumber Air Bersih Tercemar Menjadi Ancaman Penyakit
- Kubu Raya Daerah Kumuh, Air Bersih Masih Nol
“Kementerian PU tidak sama dengan data BPS. Jadi kami mengacu kepada data real di lapangan. Karena jika data itu benar pasti keputusan itu benar, bukan sebaliknya,” ujar Politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dari Dapil Kalimantan Barat II ini.
Sementara Anggota DPRD Provinsi Kalbar Agus Sudarmansyah menyebut antara jumlah penduduk yang dilayani PDAM Kubu Raya dan luas wilayah tidak cocok dengan fakta dilapangan.
“Dan ini sangat kita sayangkan, makanya BPS perlu evaluasi data, serta kontrol juga dari masyarakat. Jangan anggaran sudah habis tapi datanya tidak valid,” ungkapnya.
Agus menegaskan pihak BPS mesti mengoreksi kembali hasil data yang tidak sesuai untuk dicocokkan ke data yang sebenarnya terjadi.
“Karena pengelolaan data inikan tanggung jawab BPS, apalagi negara telah menyediakan sarana dan prasarana untuk data nasional ini,” pungkasnya.(dian)













