Sanggau, BerkatnewsTV. Sebanyak 787 rider melakukan trabas di Sanggau. Trabas bertajuk Hibun Trail Adventure Lintas Melindo ini diikuti rider dari Kalbar, Jawa hingga Sulawesi.
Dimulai dari lapangan sepak bola di Dusun Sanjan Emberas, Kecamatan Tayan Hulu, para pecinta olahraga motor trail ini melakukan trabas ke perkebunan sawit hingga perbukitan.
“Kabupaten Sanggau ini selalu sukses melaksanakan trabas. Pesertanya luar biasa, bukan hanya dari Kalbar, tetapi juga ada dari Sulawesi, Jawa Barat dan daerah lainnya di Pulau Jawa. Ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini memiliki daya tarik yang besar,” kata Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan saat membuka kegiatan pada Sabtu (26/9/2026).
Krisantus juga turut menjajal langsung track trabas menggunakan motor trail bersama para rider, sekaligus melihat kondisi wilayah pedalaman Kabupaten Sanggau.
Krisantus menyebut, jumlah peserta yang telah tercatat mencapai 787 rider. Berdasarkan informasi panitia, jumlah peserta yang hadir di lokasi diperkirakan lebih banyak karena terdapat peserta yang belum melakukan registrasi.
“Hari ini tercatat 787 peserta. Kalau ditambah dengan yang datang dan belum melakukan registrasi, informasinya bisa lebih dari seribu orang. Ini tentu menjadi potensi yang luar biasa untuk kita kembangkan bersama,” terangnya.
Menurutnya, kegiatan trabas juga memiliki manfaat dalam memperkenalkan kondisi dan potensi wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Para peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga secara langsung menjelajahi berbagai karakter wilayah yang menjadi lintasan.
Baca Juga:
“Ini menjadi momentum yang sangat baik bagi kita untuk mengetahui bagaimana kondisi pelosok dan pedalaman Kalbar. Karena itu, saya sebagai Wakil Gubernur perlu turun langsung melihat situasi dan kondisi masyarakat serta wilayah kita,” jelasnya.
Saat menjajal track, Krisantus juga melihat langsung karakter jalur alam yang dilalui para peserta, termasuk kawasan perkebunan yang menjadi bagian dari lintasan.
“Tadi kita melihat langsung jalurnya, bahkan kita sekarang berada di kawasan kebun sawit. Ini menunjukkan bahwa trabas bukan hanya soal olahraga motor, tetapi juga bagaimana kita menjelajah dan mengenal wilayah Kalbar secara langsung,” tuturnya.
Krisantus mendorong kedepan agar kualitas penyelenggaraan trabas di Kabupaten Sanggau terus ditingkatkan sehingga dapat berkembang menjadi event bertaraf nasional.
“Kita ingin trabas di Kabupaten Sanggau ini ke depan menjadi trabas nasional. Kualitas dan kuantitasnya harus terus kita tingkatkan,” tegasnya.
Ia juga mendorong panitia dan komunitas untuk memperkuat promosi melalui berbagai platform media, mulai dari media sosial, media elektronik hingga televisi.
“Kalau terus kita promosikan secara nasional, saya berharap ke depan bukan hanya masyarakat Indonesia yang mengetahui kegiatan ini. Bahkan mungkin peserta dari negara-negara ASEAN bisa tertarik datang dan melihat langsung alam Provinsi Kalbar yang sungguh menantang,” harapnya.(rob)













