loading=

Heli Chinook Jepang Padamkan Karhutla di Hutan Lindung Ketapang dan KKU Terbakar

Heli Chinook Jepang Padamkan Karhutla di Hutan Lindung Ketapang dan KKU Terbakar
Gubernur Kalbar, Ria Norsan saat memadamkan api di Bukit Peramas, Senin (21/9/2026). Diketahui karhutla juga membakar hutan lindung di Kayong Utara dan Ketapang sehingga helikopter Chinook Jepang akan dikerahkan untuk memadamakan api karhutla di lokasi tersebut. Foto: ist/berkatnewstv

Kayong Utara, BerkatnewsTV. Gubernur Kalbar, Ria Norsan menyatakan helikopter Chinook Jepang akan dikerahkan untuk memadamakan api karhutla di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

“Bantuan helikopter Chinook dari Jepang direncanakan akan diberangkatkan dari Pelabuhan Kijing untuk membantu pemadaman api karhutla di Ketapang dan Kayong Utara,” terangnya, Senin (21/9/2026).

Norsan langsung melihat kondisi karhutla di Taman Nasional Gunung Palung dan Bukit Peramas di Kayong Utara serta hutan lindung maupun sekitar Pelang Kabupaten Ketapang.

“Kita ke Kabupaten Kayong Utara melalui sungai sampai di Teluk Batang, nanti kita lanjut dengan kendaraan darat. Kita mau melihat Bukit Peramas yang terbakar, lalu juga melihat situasi dan kondisi di sana, apa yang menjadi masalah sampai api padamnya lama,” kata Norsan.

Baca Juga:

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Kalbar memperkuat penanganan karhutla dengan melihat secara langsung kondisi wilayah yang masih membutuhkan penanganan.

Sebelumnya, penanganan karhutla di Kayong Utara juga menjadi perhatian dalam operasi udara. Water bombing dikerahkan untuk membantu pemadaman di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, Kecamatan Sukadana.

Kesempatan itu Norsan juga menyerahkan bantuan berupa beras sebanyak 250 kilogram, gula pasir 50 kilogram, minyak goreng 50 liter, serta uang tunai masing-masing Rp25 juta untuk dua dapur umum, sehingga total bantuan uang tunai yang disalurkan mencapai Rp50 juta.

“Jadi hari ini kita menyerahkan beras 250 kilogram sebagai logistik pangan utama untuk konsumsi harian relawan. Ada juga gula pasir 50 kilogram, kemudian bahan penunjang dapur umum seperti minyak makan 50 liter. Selain itu, kita memberikan uang tunai untuk keperluan memasak relawan, masing-masing di dua dapur kita berikan Rp25 juta,” ujarnya.(tmB)