Siswa SMP Negeri 4 Ketungau Hulu di Sintang mengikuti Asassment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Bukit Empaung terpaksa harus menaiki Bukit Empang untuk mencari jaringan internet
Siswa SMP Negeri 4 Ketungau Hulu di Sintang mengikuti Asassment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Bukit Empaung terpaksa harus menaiki Bukit Empang untuk mencari jaringan internet Malaysia. Foto: ist

Sanggau, BerkatnewsTV. Siswa SMP Negeri 4 Ketungau Hulu di Sintang mengikuti Asassment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Bukit Empaung terpaksa harus menaiki Bukit Empang untuk mencari jaringan internet.

Ternyata di Bukit Empaung yang berbatasan langsung dengan Malaysia, jaringan internet Malaysia lebih kencang ketimbang dari Indonesia.

Kepala SMP Negeri 4 Ketungau Hulu, Petrus U mengatakan ANBK dilaksanakan di Bukit Empau karena di sekolahnya tidak ada jaringan internet.

“Sehingga siswa terpaksa harus ikuti ANBK di Bukit Empaung dikarenakan sinyal internet dari Malaysia lebih mudah didapat,” katanya, Kamis (14/10).

Ia berharap pemerintah dapat menyediakan jaringan internet yang memadai agar siswa bisa lancar mengikuti ANBK untuk tahun akan datang.

Baca Juga:

Sementara itu, Plh Bupati Sintang Yosepha Hasnah mengatakan mestinya ANBK tidak diberlakukan sama di setiap daerah mengingat jaringan internet yang belum terjangkau.

“memang serba salah. Kita menyadari bahwa daerah kita baru sebagian yang punya jaringan internet dan sebagian besar juga belum ada listrik di siang hari. Masalahnya ada ANBK dari Kemendikbud yang wajib menggunakan jaringan internet, listrik dan komputer,” tuturnya.

Bahkan ia sebutkan ANBK tidak dikonfirmasi terlebih dahulu ke pemerintah daerah. Sebab, pengukuran tingkat kualitas pendidikan harus melihat ketersediaan infrastruktur.

Mestinya kebijakan ini tidak diberlakukan sama di setiap daerah. Artinya pengukuran tingkat kualitas pendidikan juga harus melihat ketersediaan infrastruktur.

ā€œPemkab Sintang sudah menyampaikan kondisi infrastruktur kepada Kemendikbud melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar. Namun apa mau dikata kebijakan sudah terlanjur digulirkan. Akhirnya pasti banyak masalah yang dialami oleh sekolah-sekolah di Pedalaman, yang notabene tidak ada listrik dan internet,” sebutnya.

Ia ungkapkan sebenarnya Kabupaten Sintang ada mendapatkan bantuan berupa BTS jaringan internet tahun 2021. Bakti Kominfo ada membangun tower internet untuk wilayah Ketungau Tengah ada 14 unit dan Ketungan Hulu ada 5 BTS. Bahkan rencananya Kementerian Kominfo akan membangun BTS untuk semua desa di daerah perbatasan dan akan selesai tahun 2024.(sus)