Bupati Kubu Raya saat meninjau pelayanan KB di dalam kapal bandong sebelum berangkat ekspedisi menyusuri Sui Kapuas hingga Kapuas Hulu. Foto: Robby

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan apresiasi ekspedisi MKJP Kapuas IV untuk memberikan layanan KB Daerah Aliran Sungai (DAS).

Sebab menurutnya, ekspedisi ini salah satu untuk mencegah terjadinya kawin muda dan penurunan angka stunting termasuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

“Adanya ekspedisi layanan KB ini kita berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk ber KB,” harapnya usai melepas kapal bandong ekspedisi MKJP Kapuas IV layanan KB DAS, Senin (28/10).

Bahkan disebutkan Muda, dampak yang lebih luas adalah penguatan keluarga rumah tangga dan percepatan desa mandiri

Ekspedisi yang dimulai dari tanggal 28 Oktober – 6 November ini dimulai dari steigher Dishub Kalbar menjelajah Sungai Kapuas di lima kabupaten yakni Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, Sintang hingga Kapuas Hulu untuk memberikan pelayanan KB kepada masyarakat berupa IUD dan Implan.

Menurut Muda sungai merupakan peradaban yang sejak dulu digunakan masyarakat untuk sumber kehidupan yang tidak bakalan habis.

“Kubu Raya yang dominan wilayahnya sungai memiliki potensi besar dan tidak akan pernah habis begitu saja.Terpenting pengelolaannya cukup baik. Berbeda dengan sumber tambang seperti nikel, bauksit atau lainnya yang bisa cepat habis,” tuturnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar Kusmana, mengatakan ekspedisi ini merupakan yang keempat kalinya. “Sudah merupakan kewajiban kita bahwa negara hadir untuk masyarakat sesuai dengan Nawacita Presiden RI,” ucapnya.

Ia berharap ekspedisi ini memiliki nilai manfaat yang sangat besar untuk masyarakat untuk masyarakat terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Terlihat antusias warga Kubu Raya yang akan memasang KB di dalam kapal bandong sebelum ekspedisi dilepas Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.

Satu per satu petugas memberikan pelayanan kepada masyarakat mulai dari registrasi pendaftaran, pemeriksaan kesehatan hingga pemasangan alat kontrasepsi.

“Kami nilai bagus lah. Apalagi gratis. Kita tidak dipungut biaya sepeser pun,” kata Sulastri warga Desa Parit Baru Kecamatan Sui Raya Kabupaten Kubu Raya ini.

Ibu dua anak ini akui telah lama menggunakan KB sejak usai melahirkan anak bungsunya. “Dengan kita pasang KB jadi bisa mengontrol kelahiran. Tapi saya dan suami sudah sepakat cukup dua anak saja,” ujarnya.(rob)