Mediasi antara buruh lepas dan manajemen PT MAR di Kantor Disnakertrans Kubu Raya. Foto: Robby

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Mediasi antara buruh lepas dan manajemen PT MAR berlangsung alot bahkan sempat tegang. Kedua belah pihak saling mempertahankan argumentasinya.

Tak ayal saling debat dan sahut menyahut pun terjadi diantara keduanya. Sehingga pertemuan itu tidak mendapatkan titik terang alias buntu.

Pihak buruh tetap bersikukuh agar perusahaan membayarkan THR nya satu bulan gaji sesuai standar UMR. Termasuk status yang tidak diangkat menjadi karyawan tetap.

Namun manajemen PT MAR tak bergeming dengan tuntutan itu. Menurut Manajer Estate PT MAR, Heri berdasarkan Permenaker No 6 tahun 2016 bahwa, pemberian THR kepada para buruh harian lepas, hanya diwajibkan membayarnya sesuai dengan jumlah hari kerja mereka yang diakumulasi selama dua belas bulan.

“Kewajiban ini sudah kita bayarkan sejak tanggal 31 Mei kemarin. Jadi, kita sudah menjalankan aturan itu,” tegasnya.

Kaitan status karyawan, Heri mengatakan hal itu ada mekanisme dan aturannya di dalam perusahaan. “Meskipun pekerja sudah bekerja bertahun-tahun, tetapi jika tak memenuhi kriteria kualifikasi sebagai karyawan tetap, maka tidak bisa diangkat. Jadi, kami tidak bisa paksakan,” terangnya.

Namun ia menyebutkan 80 persen karyawan di PT MAR telah menerima kebijakan yang sudah dibuat oleh perusahaan, terkait dengan pembayaran THR tersebut yang sudah di bayarkan sejak 31 Mei pekan lalu.

”Karena memang, setiap kebijakan, yang kita keluarkan sudah sesuai aturan. Yang tak nenerima ini hanya BHL sebagian kecil,”katanya.

Sementara itu Basri, perwakilan buruh menyesalkan sikap perusahaan yang di nilai sangat tidak manusiwi. Menurutnya, para buruh harian lepas wajar menuntut THR satu bulan gaji sesuai UMR.

“Jadi, sebenarnya wajar dong kami meminta upah di bayar sesuai UMR, serta THR juga dibayarkan satu bulan gaji standar UMR. Tapi kami selalu dianak tirikan,” katanya.

Sikap perusahan tersebut jelas kata Basri telah menghianati hati rakyat. karena awalmya, perusahaan itu berdiri menjanjikan kesejahteraan. Namun fakta saat ini, masyarakat malah di buat sengsara.(rob)