Kubu Raya, BerkatnewsTV. Tenaga dokter hewan di Kubu Raya masih tergolong minim, pasalnya dalam menangani pemotongan hewan di Hari Besar Nasional (HBN) satu tenaga dokter mencukupi kasus kesehatan hewan ternak di sembilan kecamatan yang ada di Kubu Raya.
Kepala Dinas perkebunan dan peternakan (Disbunak) Kubu Raya, Elfizar Edrus menyebut ibarat kata kekurangan tenaga ini seperti kerja keras apabila sudah mendekati HBN keagamaan.
“Jadi apabila bekerja itu, di luar batas kemampuan. Karena apabila tidak seperti itu, kami tidak bisa melayani masyarakat apalagi terhadap kebutuhan kesehatan ternak masih tergolong tinggi,” ucapnya saat menggelar Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 serta Bazar bahan pokok dan produk asal hewan, Kamis (17/9/2026).
Tentunya kekurangan tenaga dokter tersebut kata Elfizar menjadi tantangan sendiri di saat luas wilayah Kubu Raya dan populasi ternak semakin meningkat. Ia pun mensiasati dengan cara membagi waktu dengan memetakan wilayah kerja Disbunak.
“Misalkan ada tenaga medis yang berlebih kami akan membagi waktu agar pelayanan dapat berjalan optimal,” tambahnya.
Ia pun mendorong formasi CPNS dokter hewan dapat dibuka di Kabupaten Kubu Raya karena kouta pada penerimaan dokter tersebut masih rendah.
Baca Juga:
- Delapan Dokter Hewan akan Periksa Hewan Kurban
- Dokter Hewan Menduga Beruang Madu di Sinka Zoo Alami Sakit
“Kami berharap kepada bkpsdm Kubu Raya bisa menambah tenaga medis di Disbunak ini,” harapnya.
Meskipun begitu penyakit hewan dan ternak Elfizar mengemukakan saat ini, belum menemukan kasus rabies pada hewan peliharaan begitu juga penyakit mulut dan kaki di hewan ternak.
“Saat ini belum ada menerima pengaduan, rabies dan PMK. Hanya saja vaksinasi tetap kita lakukan,” ungkapnya.
Novi warga Kuala Dua Rasau Jaya peserta vaksinasi hewan peliharaan pada kegiatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, menyebut vaksinasi sangat penting dilakukan secara berkala.
Ia telah dua kali memeriksakan hewan peliharaannya. Vitamin dan suntikan juga sudah diberikan pada hewan yang ia pelihara beberapa bulan lalu, ia menilai perlunya perlindungan kesehatan jika hewan tersebut sewaktu-waktu berubah buas terhadap orang yang tidak dikenal.
“Vaksinasi ini sudah dua kali saya lakukan. Pertama di dokter hewan praktik dekat Asabri Sui Raya sekarang disini, hanya saja kalau sudah musim kawin hewan ini agak galak,” kata Novi membawa seekor monyet.(dian)













