Dokter Hewan Menduga Beruang Madu di Sinka Zoo Alami Sakit

Beruang madu yang ada di kebun bintang Sinka Zoo Singkawang kondisinya memprihatinkan. Diduga mengalami sakit. Foto: Mizar

Singkawang, BerkatnewsTV. Kebun Binatang selalu menjadi salah satu lokasi wisata menarik bagi sebagian banyak orang. Khususnya bagi yang sudah berkeluarga, menghabiskan waktu bersama di kebun binatang menjadi agenda mengasyikkan.

Namun, kebun binatang tak melulu bercerita tentang kebahagian. Di balik tawa pengunjung, tak jarang ada kisah getir yang dialami beberapa hewan yang semestinya dirawat para pengelola kebun binatang.

Kisah terbaru yang menghentak nurani adalah viralnya sebuah aku twiter bernama Adhtybrty yang mengungah beruang madu kurus di Kebun Binatang sika zoo yang berada di kelurahan sedau Kecamatan Singkawang Selatan.

Akibat unggahan tersebut menjadi viral dan mendapat berbagai komentar negatif dari berbagai kalangan. Di mana di dalam unggahan tersebut beruang yang tulang-tulang rusuknya terlihat menonjol itu hidup sendiri seperti tak terurus.

Plh Kepala Seksi Wilayah III Singkawang Syamsi mengatakan pihaknya telah melakukan kroscek ke lapangan terkait unggahan kurusnya beruang madu tersebut.

“Kita mengetahui berita tersebut langsung dari BKSD Kalbar. Dari info tersebut kita langsung melakukan kroscek di lapangan. Bersama tim termasuk dokter hewan. Dari pemantauan di lapangan kondisi beruang tersebut sangat memprihatinkan dan sangat kurus,” katanya.

Saat melakukan pengecekan, pihaknya tak dapat bertemu pihak pengelola dan hanya bertemu kiper (pengurus binatang).

“Dari pertemuan tersebut kiper hanya mengatakan bahwa hewan tersebut didatangkan dari kebun binatang pontianak pada tahun 2008. Dan pola makannya tetap sama tidak ada perubahan dan hewan tersebut diurus sesuai prosedur,” katanya.

Sementara itu dokter hewan BKSDA Chanda preanger mengatakan sesuai dengan pemeriksaaan standar.

“Setelah kita lakukan kroscek dan menanyakan kepada kipernya. Memang kondisi awal di ambil dari tahun 2008 kondisinya dari kebun binatang pontianak memang seperti itu,” terangnya.

Namun pada saat hendak melakukan pemeriksaan lebih lanjut atau pemeriksaan langsung menyentuh hewan tersebut (palpasi) dokter hewan yang ada di sinka zoo tidak berada di tempat.

“Jadi pemeriksaan yang saya lakukan hanya sebatas pemeriksaan inspeksi. Hanya melihat gejala klinis yang terlihat. Dari gejala tersebut diduga beruang tersebut memang sakit. Namun untuk diagnosa belum kita pastikan penyakit apa. Lantaran hanya sebatas pemeriksaan inspeksi,” tuturnya.

“Namun kita telah menyarankan kepada kiper agar disampaikan kepada pihak pengelola atau dokter Hewan di Sinka zoo melakukan pemeriksaan darah. Siapa tahu ada penyakit lainya,” ucapnya.

Ia juga menyarankan agar beruang madu berkelamin jantan itu dikurung atau dikarantina.

“Seharusnya hewan tersebut harus di karantina. Tidak boleh di pamerkan. Karena dapat membuat polemik di kalangan masyarakat. Namun pihak pengelola masih akan melakukan wacana untuk membuat kurungan karantina,” paparnya.(mzr)

Tulis Komentar