Pontianak, BerkatnewsTV. Setelah dilanda kemarau panjang, beberapa daerah di Kalimantan Barat mulai diguyur hujan dengan intesitas ringan, sedang hingga tinggi sejak Minggu hingga Selasa (15/9/2026).
Di Singkawang dengan curah hujan tinggi membuat warga lega lantaran sudah lama mengalami kemarau dan panas. Bahkan, di Kabupaten Sintang curah hujan tinggi pada Senin (14/9/2026) dikabarkan hingga menggenangi sejumlah badan jalan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalbar, Ridwan mengatakan, berdasarkan data BMKG, terdapat pertumbuhan awan yang cukup besar, dan berpotensi menghasilkan hujan di Kalbar. Karena itu, dalam beberapa hari terakhir operasi modifikasi cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan agar kabut asap hilang.
“Alhamdulillah hujan ini tentu dari yang Maha Kuasa, Allah SWT, tapi kita sudah ikhtiar dengan melakukan OMC setiap harinya. Semoga dengan hujan ini bisa mengurangi kabut asap,” ujar Ridwan, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga:
- Puluhan Penerbangan di Supadio Delay dan Batal Akibat Jarak Pandang Hanya 500 Meter
- Rp60 Miliar Anggaran Karhutla Kalbar. Rp40 Miliar dari Pusat
Ridwan sebutkan sejak 4 September 2026, Kalbar telah mengoperasikan tiga pesawat OMC bersama BNPB. Awalnya hanya dua pesawat, kemudian ditambah satu unit atas perintah Kepala BNPB.
Berdasarkan data BMKG, pada 15 hingga 24 September 2026 terdapat potensi pertumbuhan awan penghujan di sejumlah wilayah Kalbar. Potensi tersebut akan dioptimalkan untuk penyemaian awan melalui OMC.
Pada 14 dan 15 September, operasi OMC diarahkan ke sejumlah wilayah, di antaranya Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Landak, Bengkayang dan Sambas. Ridwan berharap hujan yang turun dapat membantu mengurangi kabut asap sekaligus mempercepat penanganan karhutla di Kalbar.
“Diharapkan dengan OMC tersebut peluang hujan akan semakin besar, sehingga karhutla dapat segera kita atasi,” harapnya.(rob)













