loading=

174 Kontainer Komoditi Kalbar Senilai Rp21 Miliar Diekspor Lewat Terminal Kijing

174 Kontainer Komoditi Kalbar Senilai Rp21 Miliar Diekspor Lewat Terminal Kijing
Sebanyak 174 container komoditi Kalbar senilai USD 1.206.388,36 atau setara dengan Rp21,49 miliar diekspor melalui Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Senin (29/6/2026). Foto: ist/berkatnewstv

Mempawah, BerkatnewsTV. Sebanyak 174 kontainer komoditi Kalbar senilai USD 1.206.388,36 atau setara dengan Rp21,49 miliar diekspor melalui Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Senin (29/6/2026).

Komoditi tersebut diekspor oleh beberapa perusahaan yakni PT Indonesia Chemical Alumina mengirimkan 150 kontainer 20 feet berisi alumina menuju Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

PT Borneo Alumina Indonesia mengapalkan 12 kontainer Alumina Hydroxide, sementara PT Unicoc Industries Indonesia mengirimkan 2 kontainer desiccated coconut yang ditujukan ke Pasir Gudang, Malaysia. Selain itu, PT Ferrindo mengekspor 10 kontainer kelapa bulat menuju Yangpu, Tiongkok.

“Dengan ekspor ini menandakan mula beroperasinya Terminal Kijing sebagai pintu ekspor langsung, rantai logistik menjadi lebih singkat, biaya distribusi lebih efisien, dan daya saing produk daerah semakin meningkat,” kata Gubernur Kalbar Ria Norsan saat melepas ekspor perdana di Terminal Kijing, Senin (26/6/2026).

okKalimantan Barat mencatat sejarah baru dalam pengembangan sektor logistik dan perdagangan internasasional. Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., secara resmi melepas ekspor perdana peti kemas melalui Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, Senin (29/6/2026).

Baca Juga:

Menurutnya, beroperasinya Terminal Kijing menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan daya saing ekonomi daerah melalui sistem logistik yang lebih efisien.

“Selama ini, sebagian besar komoditas ekspor Kalimantan Barat masih harus dikirim melalui pelabuhan di luar provinsi. Kondisi tersebut menyebabkan biaya logistik menjadi lebih tinggi dan waktu pengiriman lebih panjang,” ungkapnya.

Norsan berharap operasional Terminal Kijing tidak hanya memperlancar arus barang, tetapi juga mampu menarik investasi baru, menciptakan lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Terminal Kijing harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat. Ketika biaya logistik semakin rendah, investasi akan tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya

Sementara itu CEO PT Pulau Laut Line, Welter Ong, menjelaskan bahwa keputusan perusahaan membuka layanan di Terminal Kijing didasarkan pada potensi besar yang dimiliki pelabuhan tersebut.

“Terminal Kijing dibangun untuk kapal yang lebih besar dan pelayaran internasional. Kami fokus pada kargo internasional dan layanan feeder,” ujarnya.(rob)