Kubu Raya, BerkatnewsTV. Bupati Kubu Raya Sujiwo memprediksi keadaan fiskal daerah hingga di 2027 masih banyak tantangan.
Ia menerima informasi awal dari kunjungan Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) dan Perwakilan Kantor Pelayanan Pajak Pratama bahwa pemangkasan TKD masih berjalan.
“Bahkan bertambah lebih besar. Tentu berita tidak mengenakkan bagi pemerintah daerah,” lanjutnya usai penyampaian jawaban Bupati terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD mengenai Raperda Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kubu Raya 2025, Jumat (19/6/2026).
Namun, ia siap menghadapinya dengan membuat langkah-langkah di dalam pemerintahan seperti penghematan anggaran yang harus diperkecil
“Jangan melakukan belanja yang tidak berdampak kepada rakyat,” katanya.
Kemudian peran mitra swasta yang tergabung dalam Corporate Social Responsibility (CSR) hingga kini masih belum maksimal menunaikan kewajibannya.
“Tolong anggota DPRD menyentil pihak ketiga menunaikan kewajibannya apalagi hal ini sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kubu Raya Johan Saimima mengakui sebagian perusahaan masih abai dengan kewajibannya.
Baca Juga:
“Memang ada yang masih main kucing-kucingan,” sebutnya.
Johan berjanji bersama anggota legislatifnya akan memburu pendapatan dari sektor CSR ini.
Disampaikan Johan pelaksanaan CSR tidak hanya soal infrastruktur jalan. Namun lebih menyentuh ke kepentingan masyarakat setempat.
“Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat itu ya lakukanlah. Misalnya membantu kelayakan sekolah, begitu pula jalan antar desa yang rusak bisa menggunakan CSR,” tegas Johan.
Maksimalkan pendapatan daerah ini Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Zulkarnaen berpendapat agar OPD lebih intens menggali potensi pajak yang belum terserap secara maksimal.
“Untuk meningkatkan sumber pendapatan ini memang berbagai bentuk satu diantaranya CSR, kemudian pajak kendaraan bermotor,” terangnya.
Menyikapi kondisi fiskal ini ia masih bertahan sektor pajak PBB-P2 ini tetap di harga lama.
“Masih berdampak apabila kita menaikkan sektor PBB-P2 ini. Ditengah keadaan ekonomi yang belum stabil, tetapi kita akan terus melakukan rapat secara intens untuk menggenjot PAD kita,” bebernya.(dian)













