loading=

Regrouping Akan Diberlakukan Atasi Kekurangan Guru di Kubu Raya

Regrouping Akan Diberlakukan Atasi Kekurangan Guru di Kubu Raya
Bupati Kubu Raya Sujiwo, Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sy Firdaus saat memperingati Hardiknas 2026, Senin (4/5/2026). Foto: dian/berkatnewstv

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kubu Raya mencatat masih terjadi kekurangan tenaga pendidik di setiap sekolah yang ada di Kubu Raya.

Ketua PGRI, Kubu Raya Zainiansyah, menyampaikan dalam dunia pendidikan tenaga didik masih tergolong rendah jumlahnya apalagi setiap tahunnya ada tenaga didik yang telah memasuki masa pensiun.

Disisi lain, anggaran untuk mengalokasikan honorarium ke tenaga didik baru sekarang sudah terbentur dengan aturan sistem dapodik yang mempersempit pembiayaan upah guru honor.

“Yang terdata guru PNS itu ada seribuan. Sedangkan honorer yang sudah diangkat P3K ada 700-an orang, dan masih ada sisa 900-an orang yang belum terakomodir untuk menjadi P3K Paruh Waktu. Dan ini menjadi kendala guru honorer yang tidak masuk database Dapodik,” ungkapnya usai upacara Hardiknas 2026, Senin (4/5/2026).

Menurut, Zainiansyah sarana dan prasarana (sapras) memang menjadi penunjang dunia pendidikan tetapi kualitas dan kuantitas dari Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi faktor peningkatan IPM.

“Jika sapras nya bagus tetapi tidak ada tenaga pendidiknya maka akan sia-sia menginginkan pendidikan kita itu lebih maju,” jelasnya.

Bupati Kubu Raya Sujiwo meminta peringatan Hari Pendidikan Nasional dapat menjadi refleksi penting bagi kaum tenaga didik agar sistem pendidikan menjadi lebih baik lagi kedepannya.

“Saya mengajak seluruh guru agar Hardiknas ini menjadi momentum sebagai tonggak membangun etos kerja, amanah, serta kejujuran dan tanggung jawab para guru. Karena kita mempunyai harapan kepada guru dapat membangun dunia pendidikan ini lebih baik,” terangnya.

Baca Juga:

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya Sy Muhammad Firdaus membenarkan secara kuantitas tenaga didik di Kubu Raya justru setiap tahunnya berkurang.

“Per hari ini saja, sudah 130-an guru yang pensiun. Sepanjang 2026 mungkin bisa mencapai 200-an guru,” tegasnya.

Firdaus menyatakan hingga saat ini belum ada kebijakan untuk penambahan tenaga guru baru. Meskipun ada perubahan status dengan pengangkatan honor menjadi P3K Paruh Waktu (PW) sebanyak 733 orang guru P3K PW.

“Sedangkan di waktu yang sama kita masih punya 962 orang guru yang riil berada di sekolah tetapi berbagai alasan belum dapat diangkat menjadi P3K PW. Sebabnya ada rekrutmen diatas 2024,” ucapnya.

962 orang guru ini akan berakhir hingga bulan Desember 2026. Dengan diperkuatnya SE dari Kemendikdasmen Nomor 7 tahun 2026 yang menjadi pekerjaan rumah Disdikbud Kubu Raya.

“Ini terus kita komunikasikan dengan pihak kementerian tetapi slotnya hanya sampai Desember saja,” lanjutnya.

Kendatipun dari 962 ada 300-an saja masuk sistem Dapodik, Firdaus memprediksi di 2027 akan terjadi kekurangan tenaga guru di sekolah. Meskipun begitu pihaknya akan melakukan langkah-langkah lebih lanjut.

“Makanya saat ini kita sedang melakukan pemetaan pola regrouping sekolah. Jika murid-muridnya tidak banyak bisa jadi 2 atau 3 sekolah bisa menjadi satu sekolah saja,” pungkasnya.(dian)