loading=

Atraksi Naga Ditengah Banjir

Meskipun banjir namun tidak menyurutkan atraksi naga memeriahkan Cap Go Meh di Sekadau. Foto: Gunawan

Sekadau, BerkatnewsTV. Meski dilanda banjir, tidak menjadi penghalang atraksi naga untuk memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini, salah satunya di Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau.

“Tahun ini Nanga Mahap dilanda banjir pas hari perayaan Imlek, tetapi ini sudah menjadi tugas kami untuk menghibur warga Mahap meskipun harus melewati banjir,” ungkap Adi, salah satu pemain naga, Minggu (2/2).

Adi yang sudah menjadi pemain atraksi naga selama 3 tahun ini juga mengatakan meski banjir, warga khususnya anak-anak antusias menyaksikan Nanga melewati Banjir bahkan ikut membuntuti atraksi nanga melewati air.

Selain di pasar Nanga Mahap replika naga itu juga beratraksi di bukit sion Desa Nanga Mahap dan sejumlah lokasi.

Tiga dusun di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, terendam banjir setinggi 1 meter-1,5 meter sejak Jumat (31/1). Ratusan warga terdampak dan beberapa di antaranya mengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sekadau, Matius Jon, menuturkan, banjir terjadi di Dusun Nanga Koman Satu, Nanga Koman Dua dan Seloak yang berada di Desa Nanga Koman, Kecamatan Nanga Taman. Banjir mulai terjadi sejak Jumat pukul 03.00.

“Banjir disebabkan hujan lebat pada Kamis (30/1) malam. Akibatnya, Sungai Sekadau dan Koman meluap. Air menggenangi permukiman warga. Apalagi, lanjut dia, lokasinya berada di dataran rendah pesisir Sungai Sekadau dan Koman. Luas daerah yang terkena banjir 44,82 kilometer persegi,” ujarnya.

Matius Jon menuturkan, sejak musim hujan November 2019 hingga akhir Januari, daerah-daerah tersebut sudah empat kali dilanda banjir. Daerah tersebut memang daerah rawan banjir setiap tahunnya.(gun)