Pontianak, BerkatnewsTV. Wartawan senior Kalbar Abdul Hamid Katoi bin Katoi (84) meninggal dunia.
Mantan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalbar itu menghembuskan napar terakhirnya Senin (22/62026) sekitar pukul 20.00 WIB dikarenakan sakit.
“Kabar duka ini saya dapatkan dari keluarga almarhum dan teman-teman wartawan senior Kalimantan Barat,” kata salah satu wartawan senior, Zainul Irwansyah, Senin (22/6/2026) malam.
Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Tabrani Ahmad, Komplek Ari Karya IX No. A-53, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.
“Saya sangat mengenal beliau. Kami sama-sama membesarkan PWI Kalbar sejak era Presiden Soeharto,” ujar Buyung mengenang kebersamaannya dengan almarhum.
Menurut Buyung biasa ia disapa, almarhum dikenal sebagai sosok yang sangat tegas dan memiliki dedikasi tinggi, baik dalam menjalankan tugas jurnalistik maupun saat mengabdi di organisasi.
“Sebelum fokus sepenuhnya di dunia pers, almarhum merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar yang kemudian memilih pensiun dini. Setelah pensiun dini, beliau memfokuskan diri pada dunia pers.
Beliau mendedikasikan dirinya hingga akhir hayat sebagai wartawan yang berintegritas dan tegas,” tambah Buyung.
Baca Juga:
- Pers Indonesia Berduka, Sekjen PWI Pusat Meninggal Dunia
- 28 Wartawan Lulus UKW PWI, Jangan Cepat Puas Terus Belajar
Pemegang Kartu PWI Seumur Hidup
Menurut Buyung perjuangan almarhum dalam membangun fondasi organisasi dinilai memberi dampak besar bagi generasi jurnalis saat ini.
“Kita sangat bersyukur marwah organisasi yang telah kami bangun bersama rekan-rekan senior terdahulu masih tetap terjaga dengan baik. Alhamdulillah, hingga saat ini PWI masih tetap tegak di Kalimantan Barat dengan marwahnya, serta menjadi rumah besar bagi wartawan di Kalimantan Barat. Almarhum Hamid Katoi merupakan pemegang kartu PWI seumur hidup,” ujarnya.
Salah satu wartawan senior PWI Kalbar lainnya, Robby mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Abdul Hamid Katoi.
“Saya mengenang beliau ketika Kantor PWI Kalbar Jalan Sutoyo tahun 2008. Saat itu kami berbincang-bincang tentang tugas-tugas wartawan. Kamu udah ikut Orientasi Kewartawanan PWI belum. Mau jadi anggota PWI harus ikut dulu orientasi,” kenangnya.
Hamid Katoi ia sebutkan sampai hari ini masih terdaftar sebagai anggota PWI luar biasa. Sehingga kartunya berlaku seumur hidup.(tmB)













