Description

Farhan Ungkap Hubungan Robo-robo Ketapang dan Mempawah

Wakil Bupati Ketapang melakukan ritual mandi safar yang diyakini sebagai penolak bala kepada anak saat tradisi budaya robo-robo di Ketapang, Rabu (13/9)
Wakil Bupati Ketapang melakukan ritual mandi safar yang diyakini sebagai penolak bala kepada anak saat tradisi budaya robo-robo di Ketapang, Rabu (13/9). Foto: naufal

Ketapang, BerkatnewsTV. Tradisi budaya robo-robo tidak hanya digelar di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kubu Raya namun juga berlangsung di Kabupaten Ketapang, Rabu (13/9).

Tradisi robo-robo di Kabupaten Mempawah telah berlangsung sejak puluhan tahun silam hingga sekarang masih terus dilestarikan.

Robo-robo yang digelar di Mempawah untuk mengenang kembali kedatangan Raja Mempawah Opu Daeng Manambon yang datang bersama 40 rombongannya menggunakan perahu ke Mempawah pada tahun 1448 H/1737 M.

Namun di robo-robo di Kabupaten Ketapang menurut Wakil Bupati Ketapang Farhan justru sebaliknya.

“Perayaan robo-robo di Ketapang untuk mengenang keberangkatan atau melepas Opu Daeng Manambon yang bergelar Mas Surya Negara, berlayar dari Kerajaan Matan menuju Kerajaan Mempawah,” katanya saat membuka robo-robo di Ketapang, Rabu (13/9).

Menurut Farhan, hal ini membuktikan bahwa hubungan antara Kerajaan Matan (Ketapang) dan Kerajaan Mempawah pada masa lampau sudah berjalan dengan baik.

Baca Juga:

Adapun nilai tradisi Melayu yang masih dilaksanakan antara lain prosesi Mandi Safar, menyalakan meriam dan prosesi budaya lainnya.

Pagelaran robo-robo juga diisi dengan pertunjukan kesenian Melayu dan pameran produk UMKM dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi bagi masyarakat Kecamatan Benua Kayong khususnya masyarakat Kelurahan Kauman.

“Keberagaman kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia ditengah dinamika perkembangan dunia,” ujarnya.

Farhan memastikan Pemkab Ketapang memiliki komitmen yang kuat dalam pelestarian, perlindungan, memelihara kebhinekaan dan memajukan kebudayaan daerah.

Pada anggaran 2023 Pemkab Ketapang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mengalokasikan anggaran untuk pagelaran Seni Budaya robo-robo Kelurahan Kauman yang kemudian akan dianggarkan kembali di tahun-tahun berikutnya.(naf)