Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalbar HM Basri Har
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalbar HM Basri Har

Pontianak, BerkatnewsTV. Tak terasa ibadah puasa yang dijalankan umat Islam telah memasuki hari ke-13, hampir separuh dari 30 hari yang wajib dilaksanakan.

Di bulan puasa ini lah dosa dihapuskan dan pahala dilipatkan gandakan. Maka ini menjadi kesempatan jemaah untuk berlomba-lomba mencari pahala.

“Kalau kita analogikan bulan ramadan ini semacam panen raya mendapatkan pahala,” jelas Ketua MUI Kalbar HM Basri Har, Minggu (25/4).

Mengutip tausiah dari Rasullulah saat memasuki bulan puasa “ayyuhannas ka’da azzallakum sahrunnazim sahrun mubarakun sahrun zalal’sia man anarihi faridatan wa’aqia malailihi tatawalan waman takarawabihi biyahtasib bilkhair kanakaman adda fariidatan fimasiwa kaman adda fanidatan fii kanakaman adda sabrina faridatan wafisi wabihi lailatul khiairunialfisah”

Baca Juga:

“Intinya bahwa bulan ramadan bulan agung, bulan yang penuh berkah, bulan yang siang harinya wajib puasa dan malam harinya jalankan salat sunah yakni tarawih,” tambah Basri.

Maka siapa yang melaksanakan ibadah sunah dalam ramadan sama dengan melaksanakan fardhu yang wajib diluar ramadan. Dan siapa yang melaksanakan yang wajib di bulan ramadan maka dilipat gandakan pahalanya 70 kali.

Apalagi di bulan ramadan ada satu malam yang nilainya lebih mulia dari seribu bulan yakni disebut lailatul qadar.

“Untuk itu salah satunya kita dianjurkan memperbanyak ibadah, antara lain membaca al quran. Sebab sebuah hadits dikatakan siapa yang membaca satu huruf dalam al quran diberikan pahala 10 kali,” tuturnya.

Namun jika tiba-tiba datang tamu saat mau membaca al quran sehingga tidak jadi maka insyaallah kita sudah dapat pahala niat, kalau sudah melaksanakannya kebaikan itu pahalanya dilipat gandakan

“Beda dengan kejahatan, kalau kita niat belum ditulis bahwa itu dosa tetapi kita tidak jadi lakukan kejahatan itu malah diberi pahala karena kita sadar itu tidak baik,” terang Basri.

Itu lah Maha Pemurah dan Pengasih Allah. Tetapi harus sungguh – sungguh untuk berniat baik.(tmB)