Wakil Bupati Kubu Raya didampingi Ketua Pengcab IPSI Kubu Raya saat membuka Popda tingkat kabupaten.
Wakil Bupati Kubu Raya didampingi Ketua Pengcab IPSI Kubu Raya saat membuka Popda tingkat kabupaten. Foto: ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Sebanyak 88 pesilat muda yang notabene para pelajar di sejumlah sekolah bertarung di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Kubu Raya.

Popda mempertandingkan seluruh kelas baik putra maupun putri di katagori seni beregu dan kumite.

Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo mengatakan hasil dari Popda ini maka diseleksi untuk berlaga di Popda tingkat provinsi kemudian ke Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional).

Maka menurut Sujiwo, silat sebagai salah satu cabor bela diri tradisional Indonesia mesti menjadi perhatian khusus. “Artinya ketika memajukan silat maka kita merawat, menjaga dan melestarikan budaya bangsa kita,” tuturnya usai membuka Popda, Rabu (24/3).

Memang diakui Sujiwo dukungan anggaran Pemkab Kubu Raya saat ini belum maksimal lantaran kondisi keuangan yang terbatas, ditambah lagi pandemi covid-19 mengakibatkan terjadinya recofusing dan pemangkasan anggaran.

Sebab Sujiwo akui cabor pencak silat membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai ketimbang olahraga lain. Seperti sepak bola tidak banyak membutuhkan peralatan. Kalau di pencak silat gunakan sansak atau body protector atau matras jika menggunakan yang kaleng-kalengan sebulan saja sudah hancur.

Baca Juga:

“Saya akan komunikasikan dan laporkan dengan Bapak Bupati nantinya untuk membuat postur anggaran yang maksimal. Namun saya minta para pesilat tetap semangat spiritnya sebagai pendekar untuk meraih prestasi,” harapnya.

Ketua Pengcab IPSI Kubu Raya Zulkarnaen mengatakan hasil dari ini akan diseleksi untuk mengikuti Popda tingkat provinsi.

“Kita targetkan juara umum nantinya di popda provinsi. Selama ini kita masih di urutan ke dua atau tiga,” tuturnya.

Dengan urutan tersebut yang minim menurut Zulkarnaen jika didukung dengan anggaran dan fasilitas yang memadai maka IPSI Kubu Raya akan bisa merebut juara umum.

“IPSI tidak bisa ujug-ujug berprestasi jika tidak didukung dengan anggaran dan sarana prasarana. Selama ini masih sangat minim sekali. Maka insan pesilat sangat menginginkan keseimbangan itu,” pungkasnya.(rob)