Bupati Kubu Raya saat meninjau lokasi kebakaran lahan yang berada dekat dengan SMAN 4 Sui Raya.
Bupati Kubu Raya saat meninjau lokasi kebakaran lahan yang berada dekat dengan SMAN 4 Sui Raya. Foto: ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Kabupaten Kubu Raya akan ditetapkan menjadi daerah status siaga bencana karhutla dan asap.

Penetapan itu akan diterbitkan oleh Bupati Kubu Raya dalam bentuk Surat Keputusan (SK).

“Status ini akan mulai diberlakukan besok setelah SK ditanda tangani,” kata Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, Kamis (25/2).

Diberlakukannya status siaga bencana karhutla dan asap ini diberlakukan dijelaskan Muda berdasarkan perkembangan titik api yang ada dari BMKG.

“Perkembangannya fluktuatif, tiap hari kadang sedikit kadang lumayan tapi masih bisa dikendalikan dan belum sampai ganggu penerbangan karena jarak pandang dan api masih bisa dipadamkan segera serta tidak meluas,” jelasnya.

Baca Juga:

Muda mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Dan berkoordinasi dengan aparat saat akan membuka lahan. Sebab telah ada sistem membuka lahan tanpa bakar.

Dinas Perkebunan, Kehutanan Dan Pertambangan Kubu Raya sebelumnya telah memberikan peringatan kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit dan penggarap perkebunan pribadi untuk mewaspadai karhutla.

“Isi suratnya mengimbau agar waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan untuk mencegah karhutla,” jelas Kepala Dinas Perkebunan,kehutanan Dan Pertambangan Kubu Raya, Elfizar Idrus kepada BerkatnewsTV, Senin (15/2).

Ia sebutkan ada sekitar 28 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang disampaikan surat edaran tersebut. Termasuk kepada para penggarap perkebunan dan pertanian yang total lahannya lebih dari dua ribuan hektare.

“Legalitas para penggarap atau perkebunan pribadi ini disebut dengan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB). Mereka ini lahannya ada yang berdampingan dengan milik perusahaan ada juga yang berjauhan,” ucapnya.

Ia tegaskan bagi pemilik perkebunan pribadi atau pemilik lahan pertanian yang lahannya berdekatan dengan konsesi perkebunan wajib melaporkan kepada perusahaan saat akan membuka lahan.

“Tujuannya agar perusahaan tahu dan bisa ikut membantu jika terjadi karhutla dapat membantu sebab perusahaan memiliki peralatan lengkap,” tuturnya.(rob)