Wali kota Singkawang menerima piagam penghargaan rekor MURI untuk pagoda raksasa yang dibangun di Singkawang. Foto: Ist

Singkawang, BerkatnewsTV. Replika pagoda raksasa dengan ketinggian lebih dari 20,20 meter dengan luas 200 meter persegi di Singkawang berhasil memecahkan rekor MURI.

Penyerahan piagam MURI diterima langsung Wali kota Singkawang saat pembukaan perayaan Imlek dan Cap Go Meh, Kamis (23/1) malam yang dibuka Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan.

Wakil Gubernur Kalbar menabuh gendang pertanda rangkaian perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang resmi dimulai. Foto: Ist

Pagoda raksasa ini dibangun untuk memeriahkan perayaan Imlek yang jatuh pada hari Sabtu (24/1) dan Cap Go Meh di Singkawang. Dari dalam pagoda ini, pengunjung bisa mendokumentasikannya untuk kenangan berlatar belakangkan Kota Singkawang.

“Ini kemajuan Kota Singkawang bisa meraih lagi rekor MURI melalui pagoda raksasa. Belum lagi nanti hari 15 Imlek akan digelar even terbesar yang telah mendunia,” kata Ria Norsan yang mengapresiasi rekor MURI.

Norsan juga apresiasi setiap tahun perayaan Imlek dan Cap Go Meh sangat berbeda dengan inovasi inovasi baru.

Norsan pun berharap masyarakat Tionghoa Kalbar agar tetap melestarikan budaya dan menjaga persatuan dan kesatuan.

“Setiap daerah di mana pun berada, etnis apa saja, pemerintah akan tetap mendukung demi kemajuan dan keharmonisan masyarakat terutama umat beragama di Kalbar,” ujarnya.

Wali kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyatakan pihaknya akan terus mengevaluasi sudah dan akan dilakukan dan apa yang akan dilakukan untuk Kota Singkawang menjadi yang lebih baik lagi.

“Tahun ini tahun tikus logam yang bermakna tahun yang kuat dan tahun yang makmur. Terutama untuk pebisnis. kita harapkan bagi bapak ibu yang ingin berbisnis di Kota Singkawang khususnya untuk berinvestasi pembangunan bandara di Kota Singkawang,” harapnya.

Rangkaian kegiatan memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang yakni adanya replika pagoda raksasa seluas 200 m2 dengan tinggi 20 meter.

Selain itu juga akan disediakan panggung hiburan khusus etnis Tionghoa. Dan terdapat dua panggung hiburan satu di dalam pagoda dan satu di panggung utama.

Di dalam pagoda juga disiapkan kuliner makanan khas Singkawang yang untuk mengonsumsinya menggunakan voucer.

Juga digelar perlombaan atraksi naga, pemilihan haka ako amoy dari tanggal 1 sampai tanggal 4.

Tanggal 6 Februari malam digelar Karnaval Lampion. Tanggal 7 Februari digelar ritual cuci jalan dan do’a restu persetujuan di masing masing vihara atau pekong.

Tanggal 8 Februari puncak karnaval tatung. Tanggal 9 februari penutupan Imlek dan Cap Go Meh yang diisi dengan penampilan artis Cita Citata.(mzr)