Pontianak, BerkatnewsTV. Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Kalbar memastikan tidak akan pernah menjadi melindungi oknum anggotanya yang terlibat dalam mafia BBM.
Bahkan, Organda Kalbar memberikan lampu hijau kepada Aparat Penegak Hukum (APH) menindak tegas dan menangkap oknum anggota Organda yang terbukti menjadi mafia BBM khususnya jenis solar subsidi di sejumlah SPBU.
“Apabila ada oknum anggota dari kami yang bermain dan terbukti menjual BBM jenis solar subsidi dengan harga di luar ketentuan, silahkan APH tangkap saja. Kami tidak akan melindungi oknum tersebut,” tegas Sekretaris DPD Organda Kalbar, Matruji, Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, Organda Kalbar selama ini sudah bekerja maksimal untuk menjalankan tugas dan fungsinya serta bersikap adil kepada para anggota Organda dalam hal pengisian BBM.
Apalagi ia sebutkan selama ini Organda Kalbar selalu menjalin komunikasi yang baik kepada semua pihak di lapangan, termasuk pihak PT Pertamina yang sudah cukup membantu.
Baca Juga:
- Organda Kalbar Siap Bersih-Bersih Praktik BBM Ilegal
- Organda Kalbar Sosialisasikan Edaran Gubernur Penggunaan BBM Subsidi
Sehingga Matruji tidak ingin nama Organda Kalbar menjadi rusak akibat ulah dari oknum-oknum anggota yang tidak bisa menjaga nama baik.
“Untuk itu kami tegaskan apabila masih ada permainan kotor yakni menjual harga bahan bakar solar subsidi tidak sesuai aturan di setiap SPBU itu diluar dari anggota Organda,” jelasnya.
Perketat Pengawasan Pendistribusian BBM
Matruji pun ikut mendorong Pemprov Kalbar dan Pemkot Pontianak untuk lebih aktif mengawasi penyaluran BBM jenis solar subsidi di masing-masing SPBU.
Ia yakin apabila pemerintah daerah ikut turut andil mengawasi, maka praktek mafia solar yang masih terjadi sedemikian rupa bisa diatasi .
Ia menilai penyaluran BBM jenis solar subsidi di setiap daerah sampai saat ini masih berjalan seperti biasa. Dimana setiap kendaraan yang tergabung dalam Organda masih mendapatkan layanan pengisian BBM sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan berlaku.
“Kalaupun fakta di lapangan, ternyata masih ada beberapa kendaraan yang tidak bisa mendapatkan BBM tidak sesuai dengan harapan kita maklumi, sebab di lapangan kita ketahui jumlah kendaraan tidak hanya satu tetapi jumlahnya banyak,” pungkasnya.(rob)













