Pontianak, BerkatnewsTV. Pemprov Kalbar mengeluarkan kebijakan diskresi untuk pasokan BBM di SPBU 64.788.16 Sui Laur Kabupaten Ketapang untuk mengatasi kesulitan BBM di Sui Laur atas permintaan masyarakat yang mengeluhkan sulitnya BBM.
“Diskresi ini dikeluarkan setelah kami bersama masyarakat bertemu dengan Pak Gubernur kemarin. Jadi mulai Jumat ini kami akan kembali mendistribusikan BBM ke Sui Laur,” kata Sales Area Manager (SAM) Pertamina Patra Niaga Kalbar, Widi Tri Adhi.
Dihentikannya pasokan BBM dikarenakan ditemukan penyimpangan yang dilakukan oleh truk tanki Pertamina melakukan pemindahan minyak ke truk tanki milik PT Putera Petro Borneo di dalam hutan. Kasus ini mencuat dan viral di berbagai media massa dan media sosial.
“Untuk sementara, BBM yang kami salurkan adalah BBM non-subsidi. Namun aspirasi yang disampaikan masyarakat dan berbagai pihak menjadi perhatian kami dengan tetap mempertimbangkan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia sebutkan, pihaknya masih melaksanakan audit operasional dan administrasi terhadap SPBU yang sebelumnya sempat dihentikan sementara. Audit tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku.
“Selama proses audit berlangsung Pertamina tetap berupaya menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat Sungai Laur. Untuk sementara, penyaluran yang dilakukan berupa BBM non-subsidi agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi,” terangnya.
Terkait penyimpangan BBM, Widi mengaku telah menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Baca Juga:
- BBM Subsidi di Daerah Pesisir Langka, Harga Hingga Rp15 Ribu
- Laporkan SPBU Jual BBM Subsidi Tidak Sesuai Aturan
“Kalau ada SPBU yang terindikasi menyalahi aturan tentu kami lakukan pembinaan mulai dari penutupan sementara, skorsing sampai pencabutan usaha. Tapi kalau dari sisi hukum kami serahkan kepada apparat penegak hukum,” tegasnya.
Masyarakat Sui Laur sebelumnya meminta agar SPBU di wilayah mereka tetap beroperasi karena penutupan selama kurang lebih satu bulan telah berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga.
“Kami meminta SPBU tetap dibuka karena masyarakat sangat membutuhkan BBM. Jika memang ada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, silakan diproses sesuai aturan. Namun pelayanan kepada masyarakat jangan sampai terhenti,” kata Deni perwakilan warga saat menyampaikan aspirasi.
Gubernur Kalbar Ria Norsan, menjelaskan hasil koordinasi yang telah dilakukan, Pertamina menyatakan kesiapan untuk kembali menyalurkan BBM bersubsidi ke Sungai Laur dalam waktu dekat.
“Permasalahan ini telah kami tindak lanjuti melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan bersama Dinas ESDM dengan berkoordinasi langsung kepada Pertamina. Alhamdulillah, Pertamina siap segera menyalurkan BBM bersubsidi. Insya Allah paling lambat hari Jumat sudah mulai disuplai, bahkan jika memungkinkan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya saat menerima aspirasi masyarakat Sui Laur pada Senin (23/6/2026) di Kantor Gubernur Kalbar.
Norsan menambahkan, Pemprov Kalbar akan terus hadir dan memberikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk memastikan ketersediaan energi yang menjadi salah satu kebutuhan dasar dalam menunjang aktivitas dan perekonomian daerah.
“Kami akan terus mendukung dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat,” tegasnya.(rob)













