loading=

Presiden Beli Sapi “Mbah Sukarno” 1,2 Ton Asal Rasau Jaya Untuk Kurban

Presiden Beli Sapi "Mbah Sukarno" 1,2 Ton Asal Rasau Jaya Untuk Kurban
Kebanggaan tengah dirasakan Andri, warga Rasau Patok 16, Kabupaten Kubu Raya, setelah sapi peliharaannya terpilih oleh Sekretariat Presiden sebagai hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha tahun ini. Foto: ian/berkatnewstv

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Kebanggaan tengah dirasakan Andri, warga Rasau Patok 16, Kabupaten Kubu Raya, setelah sapi peliharaannya terpilih oleh Sekretariat Presiden sebagai hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha tahun ini.

Sapi jenis limosin dengan bobot mencapai 1,2 ton tersebut telah dirawat Andri selama kurang lebih empat tahun. Uniknya, sapi berukuran jumbo itu diberi nama “Mbah Sukarno” oleh sang pemilik.

Andri mengaku tidak menyangka sapi hasil jerih payahnya sejak kecil itu akhirnya lolos seleksi dan menjadi pilihan untuk kurban Presiden.

“Sapi ini hasil inseminasi buatan dan sudah saya pelihara sejak kecil,” kata Andri, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, meski memiliki ukuran tubuh yang besar, perawatan sapi tersebut tidak mendapat perlakuan khusus. Sehari-hari, “Mbah Sukarno” hanya diberi pakan rutin berupa rumput segar dan ampas tahu.

Namun demikian, Andri mengakui nafsu makan sapi limosin miliknya jauh lebih besar dibanding sapi pada umumnya, sehingga kebutuhan pakan juga lebih banyak.

Baca Juga:

“Selain itu rutin dimandikan supaya tetap bersih, dan kadang diberi gula merah sebagai tambahan suplemen,” ungkapnya.

Andri menjelaskan, sebelum dipilih Sekretariat Presiden, sapi miliknya terlebih dahulu menjalani proses seleksi yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kubu Raya menjelang Iduladha.

Dari sejumlah peternak yang mengikuti tahapan penilaian, sapi milik Andri berhasil lolos bersama satu ekor sapi lain asal wilayah Kuala Dua.

“Ada satu sapi lagi dari Kuala Dua, itu diperuntukkan bagi Kota Pontianak,” tambah Andri.

Terpilihnya sapi “Mbah Sukarno” menjadi hewan kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi Andri sebagai peternak, tetapi juga masyarakat Rasau Patok 16.

Hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa peternak lokal Kubu Raya mampu menghasilkan ternak berkualitas dengan bobot unggul dan standar kesehatan yang baik. (dian)