loading=

Baju Olahraga dan Batik Mahal. Koperasi dan Komite SMPN 4 Sui Raya Kompak Sebut Sudah Disepakati

Baju Olahraga dan Batik Mahal. Koperasi dan Komite SMPN 4 Sui Raya Kompak Sebut Sudah Disepakati
Koperasi SMP Negeri 4 Sui Raya angkat bicara soal keluhan orang tua murid terkait mahalnya baju olahraga sebesar Rp250 Ribu dan baju batik Rp255 Ribu seperti video yang beredar di media sosial, Selasa (9/9/2025). Foto: ian/berkatnewstv

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Koperasi SMP Negeri 4 Sui Raya angkat bicara soal keluhan orang tua murid terkait mahalnya baju olahraga sebesar Rp250 Ribu dan baju batik Rp255 Ribu seperti video yang beredar di media sosial.

Pengurus Koperasi SMP Negeri 4 Sui Raya Hesti Utari, menjelaskan bahwa video itu sebenarnya hanyalah bentuk komunikasi dari salah satu orang tua siswa kepada orang tua lainnya, agar segera datang ke sekolah untuk melakukan pengukuran baju batik dan olahraga.

“Malahan, yang membuat video itu sudah bertemu langsung. Tujuannya hanya memberikan contoh kepada orang tua lain yang belum sempat datang,” tegas Hesti saat diwawancarai berkatnewstv, Selasa (9/9).

Hesti menambahkan, pengukuran dan pengadaan seragam ini telah melalui kesepakatan bersama dalam rapat komite sekolah bersama orang tua siswa pada Kamis (4/9).

Saat itu, banyak siswa baru masih gunakan seragam SD, dan seragam siswa lainnya sudah ada yang robek pihak sekolah meminta agar orang tua segera mengurus seragam SMP bagi anak-anak mereka.

“Dari total 204 orang tua murid, justru mereka yang mendorong agar komite sekolah yang mengurus seragam batik dan olahraga tersebut,” ujarnya.

Baca Juga:

Terkait pembayaran, Hesti menegaskan tidak ada paksaan maupun beban berat bagi orang tua. Mereka diberi pilihan untuk membayar secara cicilan selama tiga bulan atau langsung lunas. Bahkan, tidak ada kewajiban membeli dari koperasi sekolah, orang tua murid diberi kebebasan untuk membeli seragam dari luar jika menghendaki.

“Sejatinya, tidak ada unsur paksaan. Ini murni hasil kesepakatan dan demi kemudahan bersama,” pungkasnya.

Ketua Komite SMP Negeri 4 Sungai Raya Desa Kapur Hayani, juga membantah kalau koperasi dan komite mengelola seragam sekolah batik dan olahraga.

“Semua setuju pada waktu itu. Ibu-ibunya tahu kalau sekolah tidak boleh menjual baju sekolah,” tegasnya.

Sementara orang tua murid minta pengadaan baju batik dan olahraga dikelola koperasi sekolah dan komite yang diharapkan dapat serentak apabila digunakan oleh murid.

“Jadi saya sebagai Ketua komite menyerahkan kepada koperasi sekolah untuk mengelolanya,” imbuhnya.(dian)