loading=

Tim Hanya Temukan Lima Mesin Dompeng PETI di Banyuke Hulu. Pemilik Lahan Berinisial SR

Tim Hanya Temukan Lima Mesin Dompeng PETI di Banyuke Hulu. Pemilik Lahan Berinisial SR
Tim gabungan Forkomincam Banyuke Hulu dan Polsek Menyuke hanya menemukan lima mesin dompeng saat turun pengecekan di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Dusun Tembawang Bale, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu pada Selasa (11/08/2026). Foto: ist/berkatnewstv

Landak, BerkatnewsTV. Tim gabungan Forkopimcam Banyuke Hulu dan Polsek Menyuke hanya menemukan lima mesin dompeng saat turun pengecekan di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Dusun Tembawang Bale, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu pada Selasa (11/08/2026).

Pengecekan tersebut dipimpin Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika,SH. dengan melibatkan Camat Banyuke Hulu Robito, perwakilan Danramil Menyuke Serka Antoneli, Kepala Desa Tembawang Bale Yohanes, PS Kanit Reskrim Polsek Menyuke Aiptu Yesi Hananto, DAD Banyuke Hulu Abet nego, serta personel Bhabinkamtibmas.

Tidak ada aktivitas dari pekerja PETI, terlihat kosong. Namun pemilik lahan sudah dikantongi yang berinisial SR warga Dusun Tembawang Bale, Desa Tembawang Bale, Kecamatan Banyuke Hulu.

Kapolsek Menyuke Iptu I Nyoman Astika mengatakan, sebelum menuju lokasi, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait.

Setelah koordinasi, tim gabungan kemudian menuju lokasi yang berada di kawasan Tanjung Berinang, Dusun Tembawang Bale, Desa Tembawang Bale.

“Di lokasi kami menemukan lima set mesin dompeng yang dalam kondisi tidak sedang beroperasi. Mesin-mesin tersebut berada di tengah lahan yang diduga akan digunakan untuk aktivitas penambangan,” katanya.

Baca Juga:

Dari hasil pengecekan, petugas juga memperoleh informasi terkait pemilik lahan yang diketahui berinisial SR (53).

Petugas selanjutnya melakukan pendataan terhadap peralatan yang berada di lokasi, termasuk identitas pemilik mesin dompeng serta pemilik lahan.

Selain pendataan, kepolisian Sektor Menyuke bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat TNI, dan tokoh adat setempat melakukan koordinasi untuk memberikan imbauan kepada pemilik lahan maupun pihak yang diduga akan melakukan aktivitas PETI agar menghentikan dan tidak melanjutkan kegiatan penambangan tanpa izin.

“Kami bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Forkopimcam dan tokoh adat mengimbau agar kegiatan tersebut tidak dilanjutkan serta alat-alat yang berada di lokasi segera diangkat,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, petugas juga memasang banner berisi himbauan di lokasi tersebut.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas pertambangan tanpa mengantongi izin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.(tmB)