loading=

Firman’s Grup Beberkan Potensi Hilirisasi Industri Pala dan Kelapa ke Wakil Ketua MPR

Firman Grup Beberkan Potensi Hilirisasi Industri Pala dan Kelapa ke Wakil Ketua MPR
CEO Firman's Grup Hendra Firmansyah saat membeberkan potensi hilirisasi industri perkebunan Indonesia yakni kelapa dan pala kepada Wakil Ketua MPR RI Edy Soeparno, Kamis (6/8/2026). Foto: ist/berkatnewstv

Jakarta, BerkatnewsTV. Wakil Ketua MPR RI Edy Soeparno terlihat kaget ketika CEO Firman’s Grup Hendra Firmansyah membeberkan potensi hilirisasi industri perkebunan Indonesia.

Ternyata sektor perkebunan Indonesia memiliki segudang potensi jika dikelola secara professional. Bahkan, dapat menghasilkan pendapatan negara yang nilainya tidak sedikit.

“Saya sampaikan ke beliau (Wakil Ketua MPR RI,red) konsep hilirisasi industri perkebunan yang dapat menyelesaikan permasalahan negeri ini termasuk utang-utang kita,” kata Hendra, Kamis (6/8/2026).

Pengusaha asal Kalbar ini mencontohkan dua komoditas perkebunan seperti pala dan kelapa yang dapat mendatangkan pendapatan negara hingga triliunan rupiah.

“Untuk kelapa Indonesia punya 9 sentra dan pala 5 sentra penghasil terbanyak. Belum daerah daerah lainnya,” tuturnya.

Baca Juga:

Sayangnya, potensi ini belum tergarap maksimal di sejumlah daerah. Karenanya, program hilirisasi menjadi harapan dua komoditi ini bisa menjadi raja kedepannya bagi Indonesia.

“Apalagi kita penghasil kelapa nomor 2 di dunia setelah Brazil 40 persen, kita 38 persen. Negara tetangga kita Thailand, Filipina dan Vietnam sudah duluan bangun industri hilirisasi kelapa padahal bahan bakunya dari kita. Konyolnya lagi Cina penghasil ekspor karbon aktif terbesar di dunia, tidak ada kelapa di sana, sumber bahan baku karbon aktif dari Indonesia, lalu kenapa tidak kita sendiri yang kelolanya,” bebernya.

Begitu pula dengan pala. Hendra sebutkan Indonesia penghasil terbesar di dunia menguasai 75 persen, termasuk gambir 80 persen dari Indonesia. Dan masih banyak lainnya yang belum tergarap maksimal. Karena Indonesia hanya berperan sebagai makelar dagang saja.

“Alhamdullilah, beliau merespon positif dengan potensi perkebunan kita. Dan akan memfasilitasi Firmans Grup dengan pimpinan lain. Beliau menilai hal ini bagus. Sebab menurutnya sudah harusnya di negeri ini punya orang – orang yang mengerti industri dari hulu sampai hilir, ternyata kita punya potensi besar,” pungkasnya.

Firman’s Grup saat ini diamanahkan untuk mengembangkan program industri hilirisasi kelapa, pala dan bawang putih di Provinsi Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Maluku.(rob)