Pontianak, BerkatnewsTV. Seluruh asosiasi pengusaha angkutan orang dan barang serta ekspedisi dibawah naungan Organda Kalbar menegaskan tidak akan ikut-ikutan dalam aksi demo yang tidak memiliki kejelasaan baik penyelenggara maupun tujuannya.
“Kami tegaskan tidak akan ikut-ikutan turun aksi demo yang tidak memiliki kejelasan,” tegas Sekretaris DPD Organda Kalbar, Matruji, Kamis (2/7/2026).
Penegasan itu ia sampaikan terkait beredarnya flyer ajakan aksi demo pada tanggal 27 Juli 2026 mendatang. Dalam flyer tersebut aksi demo akan mengerahkan 1.000 – 1.200 orang di Kantor Gubernur Kalbar yang mengatasnamakan Persatuan Supir Kalimantan Barat dengan judul “Selamatkan Solar Bersubsidi, Berantas Mafia BBM, Tegakkan Keadilan.”
“Dalam fleyer itu tidak disebutkan siapa penyelenggara maupun koordinatornya. Jadi kami tidak tahu dan Organda Kalbar tidak akan ikut dalam aksi demo itu,” tambah Matruji.
Organda sambung Matruji meyakini bahwa setiap aspirasi hendaknya disampaikan melalui cara-cara yang santun, bijaksana, serta mengedepankan dialog dan musyawarah demi terciptanya solusi yang membawa manfaat bagi semua pihak.
“Oleh karena itu, kami tidak akan mengikuti ajakan demonstrasi terkait BBM yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sebab berpotensi menimbulkan keresahan, mengganggu kelancaran aktivitas usaha, serta berdampak pada perekonomian dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga:
- Ini Tuntutan dan Alasan Organda Kalbar Tolak Zero ODOL
- Organda Kalbar Siap Bersih-Bersih Praktik BBM Ilegal
Disebutkan Matruji, persoalan BBM di Kalbar sudah sering kali menjadi sorotan berbagai pihak termasuk Organda Kalbar.
“Bahkkan Organda bersama organisasi transportasi lainnya sudah pernah melakukan aksi demo dan menyampaikan aspirasi kepada pihak terkait untuk mengatasi persoalan BBM ini. Alhamdullilah telah mendapat respon positif dan ditindak lanjuti oleh pihak terkait,” jelasnya.
Terkait penyimpangan BBM, Matruji menyatakan Organda Kalbar mendukung sepenuhnya pihak kepolisian untuk melakukan penegakan hukum terhadap oknum-oknum yang melakukannya.
“Kami serahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian untuk diproses hukum,” pungkasnya.(rob)
Ia pun mengajak untuk bersama-sama menjaga persatuan, keamanan, dan stabilitas daerah, serta terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan sektor transportasi dan kesejahteraan masyarakat.
“ORGANDA Kalbar bersatu, profesional, menjaga kondusivitas, melayani masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah. Semoga iklim usaha tetap kondusif, transportasi berjalan lancar, dan Kalimantan Barat semakin maju,” harapnya.(rob)













