Pontianak, BerkatnewsTV. Bawaslu Kota Pontianak dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalbar menyatakan komitmennya untuk tetap memperkuat pengawasan terhadap jalannya pelaksanaan Pemilu dan Pilkada.
Komitmen itu diutarakan saat Ketua Bawaslu Kota Pontianak Ridwan bersama anggota pertemuan dengan sejumlah pengurus AMSI Kalbar, Senin (22/6/2026).
“Berdasarkan Pemilu dan Pilkada 2024 lalu, ada beberapa catatan yang menjadi evaluasi kita bersama agar untuk Pemilu dan Pilkada 2029 mendatang dapat diperbaiki,” kata Ridwan.
Ia sebutkan antara lain permasalahan pemilih di kawasan perbatasan Pontianak dan Kubu Raya seperti di Perumnas IV yang harus segera diselesaikan. Kemudian terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ternyata masih belum valid dan akurat seperti orang yang sudah meninggal masih terdaftar sebagai DPT.
“Selain itu juga tentang politik uang (money politic). Masih ada laporan ternyata money politic marak saat pemilu dan pilkada. Sementara di lain sisi itu disebutkan hanya sebagai cost politic,” terangnya.
Karenanya Ridwan mengajak AMSI Kalbar yang beranggotakan media siber agar turut serta membantu melakukan pengawasan sehingga hal-hal tersebut tidak terulang di agenda politik mendatang.
“Dengan kita bersama-sama melakukan pengawasan diharapkan akan dapat meminimalisir pelanggaran yang terjadi di pemilu dan pilkada,” harapnya.
Baca Juga:
- Pemilih Pilkada di Wilayah Permendagri 52 Berjumlah 2.852 DPT
- Parpol Kritisi DPT Kubu Raya Soal Pemilih Perum IV
Sementara itu Ketua AMSI Kalbar, Muhlis Suhaeri menilai Bawaslu dan AMSI Kalbar sama-sama memiliki fungsi yang sama sebagai fungsi control.
“Kami apresiasi Bawaslu menggandeng media siber yang tergabung di AMSI untuk mengawasi jalannya pelaksanaan Pemilu dan Pilkada,” ujarnya.
Harapannya sambung Muhlis, pengawasan yang ketat akan dapat menciptakan pemilu dan pilkada yang berkualitas sehingga melahirkan calon wakil rakyat dan pemimpin yang berintegritas dan krebilitas.(rob)













