Ketapang, BerkatnewsTV. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menyebutkan stunting di Ketapang masuk kedalam tiga terendah di Kalbar yaitu di angka 22,3%.
Sampai dengan Oktober tahun 2023 di Ketapang tercatat angka prevalensi stunting sebanyak 20,88%, pada tahun 2024 pemerintah daerah optimis dapat menurunkan stunting mencapai 14%.
“Saya beserta dengan seluruh tim optimis untuk dapat menurunkan angka stunting, kalaupun tidak tercapai ke 14% tetapi tidak berada lagi di posisi angka 20%, mudah-mudahan ini dapat tercapai sesuai target,” kata Wakil Bupati Ketapang, Farhan usai membuka FGD Percepatan Penurunan Stunting, Selasa (12/12).
Farhan sebutkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 sudah diatur ada 5 pilar strategi nasional untuk percepatan penurunan stunting.
Farhan meminta ini harus menjadi acuan untuk seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung komitmen baik di pusat maupun daerah.
Dari 5 pilar yang disebutkan dalam Perpres tersebut terdapat Konvergensi, Koordinasi dan Konsolidasi Program Pusat, Konvergensi ini merupakan pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi dan bersama-sama untuk mencegah stunting di sasaran prioritas.
Karenanya tambah Farhan, perlunya kampanye dan komunikasi penurunan stunting.
“Melalui peran pemuka agama, pemuka masyarakat dan pemuka adat yang tergabung ke dalam Forum Komunikasi Umat Beragama dan organisasi kemasyarakatan, diharapkan upaya pencegahan stunting melalui perilaku masyarakat, terintegrasi ke dalam forum dan program kerja organisasi kemasyarakatan,” tegasnya.(naf)













