Rapimda dan Rakerda Partai Golkar Kalbar dihadiri pengurus DPD II se Kalbar yang dibuka Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar
Rapimda dan Rakerda Partai Golkar Kalbar dihadiri pengurus DPD II se Kalbar yang dibuka Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar. Foto: Robby

Pontianak, BerkatnewsTV. Sutarmidji tampaknya tidak lagi menjadi lirikan Partai Golkar Kalbar untuk diusung pada Pilkada tahun 2024 seperti yang dilakukan pada 2019 lalu.

Namun Partai Golkar Kalbar akan mengusung kader internal untuk dicalonkan sebagai Gubernur Kalbar.

Kepastian itu merupakan hasil keputusan politik Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Partai Golkar Kalbar yang dihelat Sabtu (4/12).

“Salah satu hasil keputusan Rapimda Golkar Kalbar adalah mencalonkan kader terbaik Partai Golkar menjadi calon Gubernur 2024 – 2029,” tegas Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Maman Abdurrahman usai Rapimda dan Rakerda Partai Golkar, Sabtu (4/12) malam.

Kendati keputusan Rapimda meminta namanya sebagai calon gubernur Kalbar, namun Maman menegaskan dirinya tidak serta merta menerimanya.

“Wajar jika pengurus DPD II mencalonkan ketua partainya, saya senang, saya apresiasi, saya bangga. Namun, saya sebagai ketua DPD I tidak boleh egois, tidak boleh serta merta main iye-iye saja,” tegasnya.

Sebab, ia sebutkan masih banyak kader terbaik Partai Golkar Kalbar yang layak untuk dicalonkan sebagai Gubernur Kalbar mendatang. Misalnya, Ria Norsan (Wagub Kalbar), Prabasa Anantatur (Wakil Ketua DPRD Kalbar), Martin Rantan (Bupati Ketapang) atau Andrianus Asia Sidot (mantan Bupati Landak dua periode yang saat ini anggota DPR RI).

Baca Juga:

“Saya lemparkan wacana ke forum agar kader-kader terbaik Golkar ini duji publik dulu ke masyarakat Kalbar. Jika dalam satu atau dua tahun kedepan ternyata uji publik itu nama saya maka semuanya harus siap mendukung saya. Begitu pula jika kader-kader Golkar lain itu dinilai terbaik maka kita juga harus siap mendukungnya,” tegasnya.

Maman enggan berkomentar soal dukungan Partai Golkar terhadap Sutarmidji di Pilkada 2024. “Ini karena keputusan Rapimda, acara internal, saya pikir tidak ada lah hubungannya,” tegasnya lagi.

Namun ketidak hadiran Sutarmidji di Rapimda dan Rakerda Partai Golkar tampaknya merupakan sinyal Golkar tidak lagi mengusungnya di Pilkada.

Apalagi, tidak ada undangan dari Panitia Rapimda dan Rakerda Partai Golkar yang dilayangkan ke Sutarmidji. Ditambah lagi, waktu bersamaan Sutarmidji menghadiri Kejurnas Menembak Piala Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya di lapangan tembak Paskhas.

“Memang kami tidak mesti mengundang gubernur karena sifatnya internal, memang ada kebijakan-kebijakan yang umum boleh tahu dan tidak,” jelas Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar, Prabasa Anantatur.

Akan tetapi Prabasa tegaskan tidak diundangnya Sutarmidji bukan sinyalemen tidak lagi mengusungnya di Pilkada 2024.

“Tidak lah ada sinyal-sinyal itu, karena ini kan sifatnya internal. Tidak ada dilanggar aturan-aturan. Sinyalnya nanti kita lihat perkembangannya. Hanya memang keputusannya adalah memprioritaskan kader Partai Golkar,” pungkasnya.(rob)