Gubernur Kalbar saat bertemu Kak Seto yang atensi penanganan kasus prostitusi anak di Kalbar
Gubernur Kalbar saat bertemu Kak Seto yang atensi penanganan kasus prostitusi anak di Kalbar. Foto: ist

Pontianak, BerkatnewsTV. Penanganan kasus prostitusi yang menimpa anak di Kalbar menjadi atensi khusus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto.

“Kami berkordinasi dengan Pemprov Kalbar yang aktif menangani kasus prostitusi anak. Tugas perlindungan dan pengawasan terhadap anak bukan hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama,” jelas Kak Seto usai audiensi dengan Gubenur Kalbar, Rabu (13/10).

Ia juga menyoroti masih banyak anak yang putus sekolah ditengah pandemi karena faktor ekonomi namun dapat melanjutkan pembelajarannya melalui pendidikan nonformal. 

“Jumlah anak putus sekolah di masa pandemi sangat banyak. Tetapi, jangan sampai putus belajar, karena pendidikan tidak hanya ditempuh melalui jalur formal, namun juga nonformal dan informal,” harap Dr. Seto Mulyadi.

Baca Juga:

Ia sebutkan anak jalanan yang mungkin orang tuanya terimbas PHK bisa ditempuh melalui evaluasi sesuai standar pendidikan, yakni ujian dan akan mendapatkan ijazah.

“Hal tersebut sudah kami praktikkan cukup lama dengan kelas berjalan yang akan kami populerkan di Kalbar,” jelasnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji berharap Forum Anak Daerah di Kalbar dapat menjadi panutan rekan sebaya dan bersama-sama dengan pemerintah daerah untuk menekan angka kekerasan terhadap anak melalui Gerakan Pelopor dan Pelapor (2P).

“Sebagai pelopor, anak-anak menjadi agen perubahan, baik di sekolah, di rumah, maupun dilingkungannya, agar hak dasar anak dan perlindungan anak dapat terpenuhi. Dan sebagai pelapor, anak secara aktif terlibat ketika hak dasar dan perlindungan anak tidak terpenuhi,” pungkasya.(sma/wnd/tmB)