Rapat yang digelar bersama warga dan perwakilan penambang, Senin (5/4/) di Balai Dusun Tanjung Priok.
Rapat yang digelar bersama warga dan perwakilan penambang, Senin (5/4/) di Balai Dusun Tanjung Priok. Foto: ist

Sanggau, BerkatnewsTV. Sungai Kapuas yang melintasi Dusun Tanjung Priok Desa Inggis Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau masih menjadi incaran para Penambang Emas Tanpa Izin (PETI).

Puluhan mesin fuso milik para penambang sejak tiga hari terakhir terlihat memenuhi Sungai Kapuas di Dusun tersebut. Tidak ada tindakan sama sekali dari aparat keamanan. Padahal lokasi aktifitas ilegal tersebut tepat berada di sungai Kapuas yang dekat dengan pusat Kota.

Khawatir menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang membahayakan, sejumlah warga Dusun Tanjung Priok Desa Inggis menggelar rapat bersama yang dipimpin Kepala Desa Inggis, Sunardi didampingi BPD setempat.

“Rapat dihadiri warga Dusun Tanjung Priok. Dari penambang yang hadir empat orang. Mereka (dari penambang) hanya mendengarkan,” ujar Kepala Desa Inggis, Sunardi, Selasa (6/4).

Dikatakan Sunardi, pada rapat yang digelar di Balai Dusun Tanjung Priok itu diperoleh kesepakatan: menolak aktivitas PETI di wilayah mereka.

Baca Juga:

Berita Acara (BA) rapat tersebut ditandantangani langsung Kades Inggis dan BPD Desa Inggis, Jamil Han. BA juga ditembuskan kepada Bupati, Kapolres, Dandim dan Kajari Sanggau.

“Beberapa alasan penolakan warga ada dua, alasan geografis dan sosial,” ungkap Sunardi.

Alasan geografis, dijelaskan dia, antara lain: tanah longsor, tumbangnya pohon-pohon di pinggir sungai, lokasi yang mendekati pemukiman warga, serta pencemaran limbah. Sedangkan alasan sosial: perselisihan warga dengan para pengurus, dan adanya gejolak, pertikaian di masyarakat.

“Kami tidak mau di kampung kami ribut terus masalah ini. Jadi keputusan warga menolak aktifitas PETI di Dusun Tanjung Priok” ungkapnya.(pek)