Sanggau, BerkatnewsTV. Mencuatnya dugaan penyelewengan bantuan sosial (bansos) melalui Program Keluarga Harapan (PKH) di Dusun Pagar Silok Desa Balai Ingin Kecamatan Tayan Hilir oleh oknum pendamping PKH setempat merembet ke dusun lain.

Edisoni warga Dusun Sembawang Peragong, mengaku heran bantuan itu tidak pernah disosialisasikan atau pemberitahuan siapa saja warganya yang menerima Bansos, baik Bansos berupa beras maupun bansos berupa uang tunai yang terdaftar dalam PKH.

Bahkan ia sebutkan kartu bansos yang seharusnya dipegang warga namun disimpan Kepala Desa.

“Alasan dia (Kades) tak mau ngasi supaya warga tidak repot, biar kami (aparat desa) jak yang ngurus,” ujar Edi yang mengaku sudah menanyakan bansos tersebut ke Kepala Desa Balai Ingin.

Edi mengungkapkan penerima bansos salah satunya adalah Ibunya bernama Binti, warga Dusun Sembawang Peragong RT 007 RW 000.

Baca Juga:

“Kami sama sekali tidak pernah tahu sudah berapa lama kartu bansos itu diterbitkan pemerintah karena memang tidak pernah ada pemberitahuan. Itu pun kami tahu dari Kepala Dusun yang bilang bahwa mamak kamu dapat, kamu ambil di Balai Ingin dengan pak Kades. Informasi dari Kepala Dusun ibu saya dapat PKH,” tuturnya.

Edi berharap, Kepala Desa beritikad baik membuka ke masyarakat Desa Balai Ingin siapa saja warga yang sebetulnya terdaftar dalam bansos.

“Kalau masih ngotot tidak mau terbuka, apalagi menyimpan kartu bansos milik warga kurang mampu, kami berharap penyidik Kejaksaan yang sedang mendalami kasus Pagar Silok bisa mempertanyakan hal ini juga ke Kepala Desa, agar semuanya tetbuka dan tidak ada yang main-main dengan bantuan pemerintah untuk masyarakat miskin,” pungkasnya.

Kepala Desa Balai Ingin, Jainudin dikonfirmasi membenarkan bahwa kartu bansos yang dikeluhkan warga ada dengan dirinya.

“Kita hanya dapat bansos beras jak. Kalau mau dibagikan ke KPM tentu kita harus konsultasikan dulu ke mereka karena merekapun hanya dapat beras jak. Semua bansos yang sifatnya beras itu dengan kita, tapi kalau PKH uang tunai tidak ada, dan kita pun belum cek. Ini pun baru jak kita yang megang sejak tahun 2021 ini,” kilahnya.

Disinggung apakah ada warga Dusun Sembawang Peragong meneima PKH uang tunai, ia mengaku belum mengecek datanya. “Nanti kalau sudah kita cek kita informasikan,” ujarnya.(pek)