Bupati Kubu Raya menyerahkan simbolis BLT UMKM dari pemerintah pusat senilai Rp2,4 juta.
Bupati Kubu Raya menyerahkan simbolis BLT UMKM dari pemerintah pusat senilai Rp2,4 juta. Foto: ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM dari pemerintah pusat mulai diterima oleh 5.579 pelaku usaha mikro di Kubu Raya.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan kepada perwakilan penerima di Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (14/10).

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, Norasari Arani, mengatakan pandemi Covid-19 berdampak kepada nyaris seluruh pelaku usaha mikro.

Bahkan sebagian di antaranya terpaksa gulung tikar. Karena itu, pemerintah pusat memberikan bantuan sebagai stimulan agar pelaku usaha mikro dapat bertahan dan mengembangkan usaha.

Ia mengungkapkan dalam dua bulan terakhir, pihaknya telah melakukan seleksi secara ketat kepada masyarakat yang mengusulkan bantuan bagi pelaku usaha mikro di Kubu Raya.

Baca Juga:

Dari 39.610 UMKM di Kalbar yang menerima bantuan, 5.579 diantaranya di Kabupaten Kubu Raya.

“Jumlah ini lebih besar dari yang diusulkan mengingat ada lembaga-lembaga yang membina usaha mikro juga mengusulkan ke Kementerian Koperasi dan UKM,” terangnya.

Ia menjelaskan pencairan bantuan dilakukan melalui dua bank milik pemerintah, yakni BRI dan BNI. Proses pencairan dilakukan dengan beberapa ketentuan klarifikasi dan verifikasi.

Seperti pengecekan duplikasi usulan, Nomor Induk Kependudukan sesuai KTP pelaku usaha mikro, dan memastikan bahwa pelaku usaha mikro tidak dalam proses pembiayaan.

“Secara otomatis apabila syarat-syarat ini ada yang tidak terpenuhi, maka dana tidak bisa dicairkan dan harus dikembalikan ke pusat. Kemudian dalam kasus apabila pelaku usaha mikro wafat, maka tidak dapat diserahkan kepada ahli waris dan harus dikembalikan ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menilai pemberian bantuan bagi pelaku usaha mikro merupakan kebijakan yang tepat sasaran. Sebab langsung mendarat ke para pelaku usaha yang membutuhkan.

Melalui pemberian bantuan, diharapkan pelaku usaha mikro dapat tetap fokus menjaga eksistensi usahanya. Sebab menurutnya, usaha mikro kecil dan menengah terbukti menjadi pondasi terbesar yang memperkuat sektor ekonomi sekaligus mengurangi pengangguran dan membangun karakteristik wirausaha masyarakat.

“Karena kita ini kan kelemahannya adalah karakteristik wirausaha yang masih minim. Mudah-mudahan melalui pola-pola UMKM itu bisa membangkitkan karakter wirausaha kepada anak-anak kita agar jangan terjebak hanya ingin menjadi pekerja yang bergaji,” ujarnya.

Muda mengatakan bantuan senilai Rp 2,4 juta rupiah untuk setiap pelaku usaha mikro diharapkan dapat dimanfatkan untuk penguatan modal usaha atau produktif bukan untuk untuk konsumtif.

“Kita minta kepada pelaku usaha mikro yang mendapatkan BPUM agar mensyukurinya. Karena ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada usaha mikro. Pelaku usaha juga harus menggunakan untuk hal-hal produktif, yang terpenting untuk penguatan modal usaha,” pesannya.(rio/rob)