Rapid tes yang dilakukan di Pontianak. Alhasil, 238 diantaranya dinyatakan reaktif. Foto: Ist

Pontianak, BerkatnewsTV. Gubernur Kalbar Sutarmidji menyatakan hari ini ada 5 yang dinyatakan sembuh, ada 1 kasus baru dan ada 40 yg reaktif rapid tes jadi non reaktif.

“Tapi yang harus dijaga saat ini ada 1.100 orang di Kalbar yg rapid tes nya reaktif atau positif. Di Kota Pontianak masih ada 238 orang yang rapid tes nya reaktif,” ungkapnya, Kamis (21/5).

Hanya yang mengkhawatirkan ditemukan 44 orang petugas bandara yang hasil rapid tesnya positif.

“Saya mohon masyarakat membantu dengan tidak berkumpul di keramaian jika ingin virus ini mampu kita tangani,” sarannya

Sementara itu Dinas Kesehatan Kalbar menyatakan sebanyak 282 orang reaktif setelah menjalani rapid tes.

Ke-282 orang itu diantaranya 44 orang petugas Bandara Internasional Supadio dan 238 warga Pontianak.

“44 petugas bandara Supadio berdasarkan hasil pemeriksaan rapid test Dinas Kesehatan tanggl 18 Mei 2020 dinyatakan reaktif. Kami sudah melakukan swabs dan akan kami periksa dengan PCR,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harrison, Kamis (21/5).

Sementara sambung Harrison, ada sekitar 238 warga Pontianak yang rapid testnya reaktif. Hasil ini berdasarkan rapid tes di sejumlah titik yang tersebar di lima kecamatan.

“Jadi hendaknya masyarakat terus melakukan protokol kesehatan, tidak keluar rumah bila tidak terlalu penting, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, laksanakan etika batuk dan bersin dengan benar,” imbaunya.

Sebab disebut Harrison, sekarang ini kalau kita melihat data rapid test banyak di daerah kita OTG mungkin masih keluar rumah dan dapat menularkan penyakit mereka ke orang lain.(tmB)