Ketua Gerindra Kalbar bersama pengurus memberikan keterangan pers terkait pergantian struktur baru. Foto: Ist

Pontianak, BerkatnewsTV. Pergantian struktur pengurus DPD Partai Gerindra Kalbar telah dipastikan final berdasarkan SK DPP Partai Gerindra Nomor 02-0016/Kpts/DPP-Gerindra/2020 tertanggal 26 Februari yang ditanda tangani langsung Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani.

SK ini juga memutuskan untuk mencabut SK DPP Partai Gerindra Nomor 03-0047/Kpts/DPP-Gerindra/2017 tertanggal 14 Maret 2017 dibawah kepemimpinan sebelumnya yakni Suriansyah.

Di kepengurusan yang baru, Yuliansyah ditunjuk sebagai Ketua, Sekretaris Bertholomeus Anikus dan Bendahara Bambang Widianto serta Ketua Dewan Penasihat Katherina A Oendoen. Sedangkan ketua sebelumnya Suriansyah diposisi Wakil Ketua Dewan Penasihat.

Saat konfrensi pers, Jumat (20/3) sore, Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar Yuliansyah memastikan perombakan kepengurusan telah melalui mekanisme di DPP.

“Walau pun penunjukan dari pusat tetap ada mekanisme. Memang ada perbedaan musda dengan pemilihan. Namun pilihan dari pusat tetap lah yang terbaik,” jelasnya.

Sehingga Yuliansyah membantah jika pergantian struktur pengurus Gerindra Kalbar terkesan mendadak. Apalagi dirinya telah lama jadi kader Gerindra kendati disibukan di Hiswana Migas dan IMI Kalbar.

“Walaupun SK itu dikeluarkan tanggal 26 Februari dikarenakan situasi saat sekarang ini. Namun kita Gerindra tetap bersatu. Ini lah hebatnya Gerindra,” ujarnya.

Setelah menduduki ketua yang baru, Yuliansyah berjanji akan tetap melanjutkan program ketua sebelumnya namun keputusan tetap dari pusat.

“Jadi apapun usulan ketua sebelumnya akan kita teruskan. Termasuk untuk calon di pilkada kita usulkan ke pusat. Jadi kita tetap satu komando dari atas,” pungkasnya.(rob)