Pedagang Pasar Jarai di Jalan Gajahmada Kelurahan Beringin Kecamatan Kapuas menggelar aksi unjuk rasa dengan membuang dagangannya berupa sayur mayur, buah-buahan dan beberapa bumbu masakan ke jalan raya. Foto: Pek

Sanggau, BerkatnewsTV. Sejumlah pedagang Pasar Jarai di Jalan Gajahmada Kelurahan Beringin Kecamatan Kapuas menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (19/3) pagi.

Aksi unjuk rasa yang mereka lakukan dengan membuang dagangannya berupa sayur mayur, buah-buahan dan beberapa bumbu masakan ke jalan raya.

Sontak, aksi para para pedagang ini menjadi perhatian masyarakat yang kebetulan berada dan melintasi kawasan tersebut.

Ketua pedagang Pasar Jarai, Agus Dermawan beralasan aksi itu bentuk protes kebijakan pemerintah daerah.

“Sebenarnya kenapa mereka melakukan itu karena dagangan mereka sepi. Persaingan pedagang terlalu banyak karena lokasi pasar Jarai ini dekat dengan pasar Sentral, sementara pasar Jarai ini bagian depannya tertutup dengan ruko. Memang pedagang dari Kampung berjualan Sabtu-Minggu di luar tapi berdampak ke kami,” jelasnya.

Agus menyebut, sewaktu pedagang berjualan di depan, paling lama jam 09.00 WIB dagangan para pedagang sudah habis.

“Sekarang mereka jualan dari subuh sampai siang ini belum juga laku, dagangan masih numpuk. Kan kasihan. Mana mereka dikejar setoran dari bos sayur lagikan,” ungkap Agus.

Terpisah, Camat Kapuas, Jemain menjelaskan bahwa tuntutan para pedagang yang meminta agar pasar Jarai dibikin los bukanlah kewenangan mereka.

“Itukan merubah bangunan ya, itu bukan kewenangan kita tapi instansi terkait dari Dinas Perinsagkop dan UM Sanggau,” terangnya.

Kewenangan Camat, lanjutnya, hanya mengatur penempatan pedagang yang sudah ada.

“Masing – masing pedagang sudah mendapatkan kios mereka di dalam. Maunya kami supaya Pemerintah ini berwibawa, pedagang bermartabat tentu harus kita kembalikan ke fungsi awalnya dengan menempati kios yang sudah mereka terima dan lokasi parkir tetap diperuntukkan untuk parkir bukan untuk jualan,” tegasnya.

Selanjutnya, tambah dia, untuk pedagang dari kampung yang berjualan Sabtu dan Minggu juga tidak boleh berjualan di luar, harus menempati pasar Seroja yang sudah dibanguan Pemerintah.

“Kalau ada yang jualan di luar, akan kita tertibkan. Itu komitmen kita. Kan jadi sorotan juga, bangunan pasar Jarai dan Seroja yang dibangun dengan dana yang cukup besar tapi tidak difungsikan,” ungkapnya.(pek)