Salah satu siswa yang mengaku terpaksa menyilet tangannya lantaran dipaksa kawan. Foto: Pek

Sanggau, BerkatnewsTV. OH salah seorang siswa mengaku dirinya dipaksa rekan-rekannya di sekolah untuk menyayat tangannya hingga luka.

Pengakuan tersebut disampaikan OH saat berbincang – bincang dengan wartawan yang menyambangi kediamannya di Desa Binjai yang berjarak tidak jauh dari sekolah, Jumat (14/2) siang.

Dengan wajah pusat pasi, OH enggan menceritakan penyebab ia dan teman-temannya nekad menyayat tangan gunakan silet. OH banyak diam tanpa mengeluarkan sepatah katakan pun saat diajak bicara. Hanya kalimat “mereka’ yang keluar dari mulut mungilnya.

“Mereka, anak kelas 3,” jawabnya singkat.

Sementara itu, orang tua OH, Dina Mariana, mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan anaknya mau melakukan hal seperti itu.

“Aku tanya kepada anak, mengapa melakukan seperti itu, dia (anak) bilang entah, tidak mau terus terang. Aku tanya lagi nong tahu dari siapa, katanya anak-anak kelas VI. Kita tanya-tanya tidak mau bercerita lagi,” kata Dina ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (14/2).

Ia menyebut, di tangan anaknya terdapat bekas luka dua hingga tiga goresan.

“Disilet sendiri, dua atau tiga goresan. Memang saya dapat informasi banyak anak mau melakukan itu karena tidak mau dibilang cemen, bencong dan sebagainya. Kalau kita tidak seperti itu dibilang cemen, bencong,” ujar Dina.

Menurut dia, pihak sekolah telah mengundang orang tua siswa terkait persoalan tersebut.

“Kemarin (13 Februari 2020), saya diundang ke sekolah untuk membahas masalah tersebut. Setahu saya, 26 orang tua yang hadir. Hadir juga dari kepolisian dan Pol PP,” ungkap Dina. (pek)